News

Di Pelantikan IPPNU Banyu Ayu, Ketua PCNU Tekankan 4 Prinsip an-Nahdliyah

PAMEKASAN – Kesenjangan hidup berbangsa dan bernegara meski disikapi dengan spirit persaudaraan. Pengamalan empat prinsip an-Nahdliyah menjadi kuncinya.

“Keempatnya harus mengakar kuat dalam berbangsa dan bernegara, utamanya pada kehidupan warga nadhliyin,” tegas Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan, KH Taufik Hasyim, saat jadi pemateri dalam Dialog Interaktif pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul (IPPNU) Pesantren Banyu Ayu Putri, Pamoroh, Pamekasan, Kamis (03/10/2019) pagi.

Pengasuh Pesantren Sumber Anom, Palengaan, Pamekasan tersebut mengungkapkan, keempat prinsip yang dianut NU adalah tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang), tawasuth (di tengah-tengah), dan taadul (bersikap adil).

Kiai Taufik juga menyarankan agar di era serba canggih ini, warga NU tidak mudah percaya dan tidak gampang terprovokasi dengan informasi-informasi yang ada di media sosial (medsos).

“Terutama pada berita yang memiringkan NU. Berhubung NU jadi penyeimbang di negara ini, banyak yang memusuhinya. Musuh di sini adalah orang-orang yang kerap memahami agama secara tekstualis tanpa sanad keilmuan yang jelas. Kita doakan semoga dapat hidayah,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Kiai Taufik mengawali dengan penjabaran sejarah Hijaz. Kiai Wahab pada waktu itu, ungkap Kiai Taufik, menjadi perwakilan dari Indonesia, hingga beliau berhasil bernegosiasi dengan Raja Saudi Arabia agar masyarakat Makkah diberi kebebasan untuk menganut paham sesuai dengan keyakinanya.

“Serta agar makam Nabi Muhammad tidak jadi dibongkar. Keberhasilan negosiasi tingkat internasional itu, hingga kini manfaatnya dinikmati oleh umat Islam sedunia,” ungkapnya.

Kiai Taufik juga menekankan agar warga NU mentradisikan perilaku tabayun. Utamanya ketika ada permasalahan yang terjadi dan kurang dipahami secara mendasar.

“Warga NU dalam menyampaikan dakwah ialah dengan cara mengajak dengan baik, bukan lewat kekerasan. Apalagi sampai memukul dan membunuh,” tegas Kiai Taufik.

Menurutnya, hubungan antara orang Islam dengan non-muslim tetaplah saudara. Itu sesuai dengan konsep tasamuh jika dipandang dari sudut kenegaraan. Tapi tetap musuh dari segi keagamaan.


Reporter: Hairul Anam
Editor: Ahnu