NEWS

Enam Seruan Rais PWNU Jawa Timur Kepada Warga NU Madura

PAMEKASAN — KH. Agus Ali Masyhuri selaku Rais Syuriah PWNU Jawa Timur mengajak warga Nahdliyin di Zona Madura melakukan enam hal. Ajakan tersebut disampaikan langsung pada acara Turba PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren Miftahul Anwar Klompek Kadur, Ahad (07/04/2019).

Pertama, kiai yang akrab disapa Gus Ali ini mengajak semua warga NU agar selalu istikamah dalam kebenaran. Karena baginya hidup ada di antara kebenaran dan kebatilan. “Maka jika tidak ikut kebenaran, maka kalian akan diperbudak oleh kebatilan,” tuturnya.

Kedua, ia menyerukan agar warga NU belajar ikhlas dalam beramal, karena walaupun amalnya sedikit bila sudah diiringi dengan keikhlasan akan menghasilkan buah kemanisan yang menguntungkan dirinya.

“Dan puncak dari keikhlasan adalah diri kita sadar bahwa diri kita ini tidak memiliki kekuatan apa-apa,” lanjutnya.

Ketiga, lanjut Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Sholawat Sidoarjo ini, warga NU harus selalu bergandengan dengan para wali Allah, karena orang yang melupakan wali Allah hidupnya akan celaka.

“Akhir-akhir ini banyak orang yang lebih senang berteman dan berguru pada ulama yang di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Alhasil ilmunya ‘tak bermanfaat. Dia lebih memilih Facebook dari pada kitab-kitab klasik,” sindirnya.

Tidak hanya itu, Gus Ali mengajak agar warga NU belajar menghilangkan kebencian di hatinya.

“Orang yang hatinya sudah terpancar kebencian, hidupnya akan susah dan tidak pernah merasakan kebahagiaan di dunia ini. Maka dari itu, orang NU harus buang jauh-jauh penyakit ini,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan agar warga NU menjadi pribadi yang bermanfaat kepada sekitar. “Gajah mati meninggalkan gading. Masak kita mati cuma mau meninggalkan janda dan hutang?” kelakarnya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Yang terakhir, menurut Gus Ali, kader NU harus memahami dan menguasai penuh tentang kekuasaan, karena baginya, paham tahlil saja tidak cukup.

“Ingat bahwa kebenaran harus ditopang dengan secuil kekuasaan. Maka dari itu silahkan artikan sendiri,” ucapnya disertai tepuk tangan peserta.

Di akhir tausiyahnya, ia mendoakan NU dan warganya semakin jaya.

“Semoga yang hadir pada hari ini mendapat berkah dan NU terus jaya ila yaumil qiyamah,” harapnya.


Reporter: Syarofi.
Editor: Ahnu