PAMEKASAN — Lestarikan budaya lokal dan tradisi Madura, Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar Bhitoa Aghung di Lapangan Pendopo Ronggosukowati, Jumat malam (23/10/2026).
Dihadiri oleh ribuan jemaah nahdliyin, para pengurus badan otonom (Banom) dan Lembaga PCNU Kabupaten Pamekasan, kegiatan tersebut direncanakan akan kembali digelar 9 November mendatang. Ketua LDNU Kabupaten Pamekasan, KH. Hamid Amjad Djauhari menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi bagian dakwah yang mengangkat budaya lokal sekaligus melestarikan tradisi Madura.
“Bhitoa Aghung merupakan bagian dari dakwah yang mengangkat budaya lokal sekaligus melestarikan tradisi Madura, dan rencananya, kegiatan ini akan berlangsung kembali 9 November nanti,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak lepas dengan dukungan para sesepuh, penasihat LDNU Kabupaten Pamekasan, serta KH. Hasan Muayyad Djauhari selaku orang tua yang juga sebagai Mustasyar PCNU Kabupaten Pamekasan.
“Terimakasih atas dukungan dari para sesepuh, penasihat, dan dari orang tua saya, KH. Hasan Muayyad Djauhari yang juga sebagai Mustasyar PCNU [Kabupaten] Pamekasan. Juga apresiasi kepada Bapak Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, yang turut mendukung sehingga kegiatan ini bisa diselenggarakan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kiai Hamid mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan petuah, adab, dan tata krama (tengka sorot, Madura) yang menjadi warisan para leluhur. Melalui kegiatan tersebut, LDNU Kabupaten Pamekasan berharap nilai-nilai akhlak mulia dan tradisi Madura terus terjaga di tengah-tengah masyarakat.
“Saya dan sampean semua orang Madura. Kita harus bangga menjadi orang Madura,” tegasnya.
Kontributor: ashr-y (MNU-X 10.002)
Editor: Ahnu

