PAMEKASAN – Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan menggelar Seminar Falakiyah dan Teknologi Digital Era 4.0. Pamekasan, Ahad (18/02/2024), di Masjid Al-Anwar, Jl. Stadion, Lawangan Daya, Pamekasan.
Bekerja sama dengan PT Teknindo Unggul Madani, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan LTM (Lembaga Takmir Masjid) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Pamekasan.
Hosen, Ketua LF-PCNU Kabupaten Pamekasan, menyampaikan pertemuan ini nertujuan memberikan informasi kepada para takmir masjid tentang manajemen waktu salat.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan informasi kepada para takmir masjid terkait manajemen waktu salat, karena selama ini beberapa masjid masih ada beberapa takmir yang belum paham terkait penyetelan selawat muraqqi untuk hari jumat. Terkadang ada yang lambat dan ada yang terlalu cepat sehingga belum masuk waktu sudah azan,” ucapnya.
Selain itu, dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Pamekasan tersebut menyampaikan, kegiatan ini akan ditindaklanjuti melalui percobaan pemasangan server Automatic Salat Reminder (ASR) selama tiga hari di beberapa masjid yang bersedia.
“Kelanjutan kegiatan ini akan dilakukan uji coba selama tiga hari kepada masjid-masjid yang bersedia yang insyaallah mulai besok akan dilakukan pemasangan server ASR ini di masjid-masjid yang sudah bersedia selama tiga hari. Nanti akan dilihat efeknya terhadap jemaah dan masyarakat.” tegasnya.
ASR, menurut Hosen, terbilang sangat murah. Meski demikian, alat ini akan sangat membantu takmir masjid mengelola dan menjaga ketepatan waktu salat.
“Sehingga jika ini bisa dimiliki oleh sebagian besar takmir masjid yang ada di kabupaten Pamekasan, terutama, maka ke depan tidak akan ada lagi penerbitan jadwal imsakiyah, jadwal waktu salat. Kekurangan itu tidak akan terjadi,” lanjutnya.
Pihaknya berharap, seluruh masjid di bawah koordinasi LTMNU bisa memiliki alat ini agar syiar agama lebih terarah dan terukur.
“Kedua, mengurangi beban Lembaga Falaikyah [PCNU Pamekasan] yang selama ini sering dipersoalkan oleh masyarakat terkait dengan [waktu] azan yang tidak sama, mengingat pula pemancar radio itu banyak yang tidak sampai ke daerah utara. Insyaallah dengan alat ini hal itu akan terselesaikan sangat mudah,” pungkasnya.
Reporter: Rois LQ.
Editor: Redaktur

