PAMEKASAN — Banyak ahli sejarah yang menyebut KH. Hasyim Asyari sebagai ‘peletak batu pertama’ kemerdekaan Indonesia. Bahkan orang non muslim bangga dengan perjuangannya sebagai pahlawan pertama dalam memperjuangkan kemerdekaan republik ini.
Hal ini diungkapkan oleh KH. Ahmad Musthofa Bisri saat menyampaikan tausiah pada penutupan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Lapangan Kampus Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, Sabtu malam (26/10/2019).
Sebagai seniman, Kiai yang akrab dipanggil dengan Gus Mus itu menceritakan pengalamannya saat menghadiri pameran lukisan di sebuah museum di Magelang. Di antara karya yang dipamerkan, terdapat lukisan KH. Hasyim Asyari berukuran besar. Merasa penasaran, Gus Mus mencari informasi tentang pelukis gambar tersebut. Diketahui, lukisan itu merupakan karya seorang seniman keturunan Cina.
“Sampean kok gambar ini? Lain-lainnya pada gambar gini, kok kamu gambar ini (KH. Hasyim Asy’ari. Red)? Apa jawabnya? Saya kaget dua kali. Dia bilang, ‘kalau ndak ada orang ini, ndak ada Indonesia.’ Saya merinding. Dia ternyata tahu sejarah,” tutur Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, ini, juga membahas tentang sebuah buku berbahasa Arab karya Sayid Muhammad Asad Syihab berjudul “al-‘allmah Muhammad Hasyim Asya’ari Wadhiu Libinati Istiqlali Indonesia” yang artinya Mahaguru Muhammad Hasyim Asy’ari peletak batu pertama kemerdekaan Indonesia.
Buku tersebut, menurut Gus Mus, merupakan pengakuan internasional yang menyoroti Indonesia.
“Kalau tidak ada NU, tidak ada Indonesia ini,” tegasnya.
Reporter: Badrut Tamam
Editor: Ahnu

