NEWS

Hadiri “Dzikir Kebangsaan” MWCNU Proppo, Kiai Taufik Ajak Nahdliyin Syukuri Nikmat Kemerdekaan

PAMEKASAN – Saat ini, Indonesia memasuki usia 78 tahun, merupakan nikmat yang besar dan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada seluruh rakyat Indonesia. Dengan kemerdekaan, seluruh warga negara bisa hidup tenang dan leluasa melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan serta melaksanakan pendidikan lewat pesantren dan sekolah-sekolah lainnya.

“Dapat kita bayangkan, jikalau kita belum merdeka, tidak mungkin kita bisa duduk di sini dengan aman dan tentram, kemerdekaan ini harus kita syukuri dengan mengisi hal-hal yang baik,” ucap KH Taufik Hasyim di awal tausiyahnya, pada acara “Dzikir Kebangsaan” yang digelar oleh oleh MWCNU Proppo, di Taman Edukasi Rahayu Desa Samatan, Pada Sabtu Malam (12/082023).


Baca juga: Peringati HUT Ke-78 RI MWCNU Proppo Gelar Dzikir Kebangsaan


Dalam tausiyahnya, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo tersebut menyampaikan, Ibnu Mas’ud mengatakan, ada tiga hal, apabila manusia terjebak didalamnya, akan celaka dunia akhirat.

Pertama, “kam min mustadrijin binni’mati ‘alaih”,” betapa banyak orang yang diberi nikmat oleh Allah SWT, tapi nikmatnya hanya berupa istidraj.

“Nikmat kemerdekaan ini harus kita syukuri dengan mengisi hal-hal baik. Jangan sampai kita menjadi orang yang mengkhiati negara, harus cinta tanah air dan merawat peninggalan-peninggalan pahlawan dan syuhada yang telah diamanahkan kepada kita,” tuturnya.

Kedua, “kam min maftunin bitstsana’i ‘alaihi,” betapa banyak orang terjerumus fitnah karena dipuji. Pujian yang disampaikan orang lain, menurut Kiai Taufik, bisa menjadi fitnah kepada orang lainnya.

“Kalau kita merasa hebat itu, bahaya, itu sikap takabur, sikap takabur hanya milik Allah. Kita tidak berhak takabur. Kita semua berjalan dan berijtihad mencari rida Allah. Jangan sampai kita terlena dengan pujian,” jelasnya.

Ketiga, “kam min maghrurin bittasatturi ‘alaihi, betapa banyak orang yang tertipu dan terbujuk karena aibnya ditutupi oleh Allah SWT.

“Allah menutupi aib kita, sehingga terlihat baik di mata manusia dan dihormat. Kita harus hati-hati , ini adalah tipuan. Rasulullah menganjurkan kepada kita selalu berdoa ‘Allahummastur ‘uyuubana’,” tegasnya.

“Lewat ‘Dzikir Kebangsaan’ ini, mari kita bersama-sama berjuang mencari rida Allah SWT dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup Kiai Taufik.


Reporter: Ary Hidayad
Editor: Ahnu