PAMEKASAN — Memperingati hari lahir (Harlah) ke-3 NU Online Pamekasan menggelar Diklat Jurnalistik Santri (DJS) III, Senin-Rabu (2-4/03/2020), di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95, Jungcangcang, Pamekasan.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta itu dibagi menjadi dua kelas: Kelas Pemula dan Kelas Lanjutan.
Abd. Rofiq, Ketua Panitia Harlah ke-3 NU Online Pamekasan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mencetak jurnalis-jurnalis handal yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, serta mampu meng-counter informasi hoax yang selalu menyudutkan amaliaj warga NU.
“Pasca diklat ini, peserta harus bisa mengimbangi peredaran berita-berita bohong yang di media-media sosial, khususnya berita-berita yang menyudutkan amaliah warga NU yang sudah diwariskan oleh salaf al-shalih secara turun-temurun,” harap mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan ini.
Jika penyebaran berita hoax di dunia maya tersebut tidak diimbangi, menurut Rofiq, akan sangat mengganggu terhadap stabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik ini.
“Saya yakin itu. Karena selama ini jam’iyah yang getol dan istikamah mengampanyekan pentingnya perdamaian, saling menghormati, dan mengampanyekan persaudaraan antar sesama warga negara, ya NU ini,” imbuh Master Manajemen tersebut.
Pada pelaksanaan kegiatan itu, peserta menerima berbagai materi dari beberapa pelaku jurnalistik, baik cetak maupun online.
“Ada Sahabat Hairul Anam dari Kabar Madura, Sahabat Taufik dari Kompas, Sahabat Esa Arif dari Media Madura, dan wartawan-wartawan lainnya yang sudah teruji kemampuannya. Ada juga Ketua AJP (Aliansi Jurnalis Pamekasan. Red.), Sahabat Miftahul Arifin,” pungkasnya.
Saat beritanditurunkan, para peserta sedang mingikuti Rencana Tindak Lanjut (RTL), kemudian akan dilanjutkan penutupan.
Reporter: Abror
Editor: Ahnu

