PAMEKASAN – International Women’s Day atau Hari Perempuan Sedunia selalu dirayakan setiap tanggal 8 Maret di berbagai belahan dunia. Dikutip dari situs International Women’s Day, Pada tahun 2020 ini mengusung tema Each for Equal, yang dimaknai sebagai hadirnya semangat dalam setiap orang, untuk membangun kesetaraan bagi kaum perempuan.
Melihat tema yang ada, kesetaraan gender masih menjadi perkara yang sulit terselesaikan. Demikian diungkapkan Sofi Istiani Septiana, mandataris ketua Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII pamekasan 2020-2021.
“Kesetaraan gender telah menjadi perkara yang sulit untuk terselesaikan. Hingga saat ini, dalam pembahasan kesetaraan gender tidak menemukan titik ujung, dikarenakan banyak pro-kontra yang terjadi,” jelasnya, saat ditemui di Kantor PC PMII Pamekasan, Jl. Brawijaya No. 52 Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur, Ahad Sore (08/03/2020).
Menyadari hal tersebut, perempuan yang akrab disapa sofi itu mengajak kaum perempuan untuk memiliki kapasitas, bertanggungjawab atas pikiran dan tindakannya sendiri, berani melawan dan menentang stereotip yang dilegitimasi, serta melawan segala kebijakan yang mendiskreditkan perempuan.
“Maka dari itu, sesama perempuan harus bersama-sama saling menguatkan, mendorong dan berkomitmen satu sama lain untuk melawan dan menantang stereotip yang dilegitimasi. Hal itu semua akan terwujud, jika perempuan hari ini tanggap, peka dan memiliki keberanian untuk menyuarakan,” imbuhnya
Sejalan dengan itu, Sofi berharap, dikriminasi terhadap perempuan tidak ada lagi di seluruh dunia. Ia mengajak semua masyarakat berperan aktif dalam mendorong, mempercayai dan menyemangati perempuan.
“Dengan demikian, adanya perayaan Hari Perempuan Internasional tanggal 8 maret ini, diharapkan semua diskriminasi pada perempuan dapat hilang secara menyeluruh, dan masyarakat harus ikut aktif dalam mendorong, mempercayai dan menyemangati perempuan untuk terus berperan dan berkiprah di berbagai sektor dalam membangun peradaban, demi kemajuan pembangunan negara,” pungkanya.
Reporter: Faisal (NUO.03-34)
Editor: Aboonk

