NEWS

Jelang Akhir Ramadan, Pagar Nusa Pamekasan Gelar Aksi Sosial Bersih-Bersih Makam dan Sungai

PAMEKASAN – Memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Pamekasan menggelar aksi sosial bersih-bersih makam dan sungai dalam program bertajuk “Ramadan Ala Pagar Nusa”. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Makam Bhujuk Ratoh, Desa Sumber Anyar, Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (21/3/2025).

Berbeda dari tahun sebelumnya, program Ramadan kali ini mengusung tema istimewa: “Pendekar Bakti: Kokoh Mengabdi, Kuat Bertradisi”. Tema ini menegaskan komitmen Pagar Nusa dalam menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus memperkuat semangat pengabdian sosial di kalangan santri dan pendekar.

Koordinator kegiatan, Moh. Zaifuddin Marzuki, mengungkapkan bahwa aksi sosial ini tidak hanya sekadar membersihkan makam, tetapi juga mencakup pembersihan area sungai. Lokasi-lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan—selain memiliki nilai tradisi yang kuat, area tersebut juga menjadi tempat uji ketangkasan santri dalam kegiatan Pusat Latihan Cabang (Puslatcab).

“Kegiatan bersih-bersih makam dan sungai memang sudah menjadi rutinitas kami setiap menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan. Selain sebagai bentuk kepedulian, lokasi ini juga memiliki makna penting bagi para santri karena menjadi bagian dari ujian mental dan fisik mereka,” ujar Zaifuddin.

Selain aksi kebersihan, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan buka puasa bersama serta pemberian santunan kepada para penjaga makam (kuncen) setempat, sebagai bentuk penghormatan atas peran mereka dalam merawat situs bersejarah tersebut.

Dukungan penuh juga datang dari Pimpinan Pusat Pagar Nusa. Hadiri Yanto, selaku Pembina sekaligus Dewan Majelis Pendekar Pagar Nusa Pamekasan, mengapresiasi semangat dan solidaritas yang ditunjukkan para santri serta pelatih. Ia menilai bahwa kekompakan mereka menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini.

“Biasanya, di bulan Ramadan seperti ini santri mudah lelah, apalagi menjelang siang hari. Tapi hari ini mereka justru terlihat antusias, bersemangat, dan bekerja sama dengan baik. Ini contoh positif yang patut diapresiasi,” ujar Hadiri.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara santri, pelatih, dan pembina Pagar Nusa.

“Harapannya, kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat eksistensi organisasi, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.” Tukasnya.


Reporter : Melinda
Editor : Redaktur