News

Jelang Satu Abad NU, Kiai Taufik Ajak Nahdliyin Pamekasan Majukan NU

PAMEKASAN – Menginjak usia Nahdlatul Ulama (NU) yang ke 100 tahun, KH. Taufik Hasyim mengajak nahdliyin atau warga NU Pamekasan agar senantiasa berkontribusi dalam kemajuan dan kemandirian NU sebagai bentuk terimakasih atas perjuangan para pendiri organisasi kemasyarakatan yang didirikan 16 Rajab 1344 H tersebut.

Hal ini disampaikan Kiai Taufik saat memberikan sambutan pada acara pengajian akbar memperingati tahun baru Islam 1444 H dan haul masyayikh oleh Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Kecamatan Galis di Lapangan Bulay, Galis, Pamekasan, Jum’at malam (19/08/2022).

“NU akan masuk satu abad, maka kita sebagai warga NU berpikir dan merenung, apa kira-kira yang akan kita berikan untuk NU di abad ke-2 ini?” ucap Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan itu mengatakan, NU memiliki cita-cita besar sebagai “hakim dunia” pada abad ke-2 usianya, sebagaimana cerita KH. Yahya Cholil Staquf saat PCNU Kabupaten Pamekasan diundang acara halalbihalal di Kantor Pengurus Besar (PBNU).

“Dan ini sudah terbukti, banyak dari negara lain itu pergi ke Indonesia mendatangi kantor PBNU di Jakarta untuk belajar bagaimana menjaga, beragama yang baik, bagaimana berislam yang benar, bagaimana cara mendidik masyarakat sehingga masyarakat aman, damai dan tentram,” terangnya.

Kiai alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini menjelaskan dinamika perpindahan pusat peradaban Islam mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW, sahabat-sahabat nabi sampai masa kerajaan.

“Sampai kerajaan terakhir, kerajaan Turki runtuh pada tahun 1924, ketika kerajaan Turki hancur maka pusat peradaban pindah ke al-Azhar, al-Azhar semakin lama semakin merosot, maka umat Islam bertanya ‘ada di mana pusat peradaban sekarang?’ Maka jawabannya adalah Nahdlatul Ulama,” jelasnya.


Reporter: Batam
Editor: Redaktur