NEWS

K.H Zainul Hasan, Kader NU Harus Istikamah dan Tahan Banting

PAMEKASAN — Imbauan terhadap kader Nahdlatul Ulama (NU) kali ini disampaikan KH. Zainul Hasan, Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Pamekasan pada Peringatan Maulid Nabi dan hari lahir (Harlah) Fatayat NU ke-69 yang dilaksanakan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Pamekasan, Ahad (03/11/2019) di Halaman Masjid An-Nur, Kolpajung, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Kiai Zainul mengimbau, pengurus Fatayat NU senantiasa semangat mengabdi kepada NU, karena Fatayat dikenal memiliki semangat kuat.

“Fatayat NU itu semangatnya kuat sekali, citra ini harus dipertahankan, jangan malah jadi kendor. Harus tetap semangat mengabdi kepada NU, jika ikhlas pasti akan bernilai ibadah,” tegas Kiai Zainul.

Dosen IAIN Madura tersebut mengingatkan, agar senantiasa istikamah dalam ber-NU, meskipun banyak fitnah yang mengarah kepada NU, tetapi harus tahan banting, tidak goyah dan selalu mencintai NU.

“Fitnah yang semarak, tidak perlu jadikan beban, kita harus tetap lurus berjalan sesuai konsep nilai-nilai yg diajarkan oleh Nahdlatul Ulama yaitu: ta’adul (adil), tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), dan tawazzun (seimbang). Artinya, NU tidak condong pada pemikiran-pemikiran liberal maupun pemikiran-pemikiran radikal,” terangnya.

Terakhir, ia menerangkan, NU didirikan oleh para ulama yang dekat kepada Allah dan bukan orang sembarangan. Sebelum NU berdiri, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, ulama waliyullah mendapat isyarah dari Allah melalui ayat Alquran, kemudian disampaikan kepada Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari yang juga seorang waliyullah, guna mendirikan NU.

“Jadi, tidak perlu ragu lagi mengabdi dan menjadi orang NU. Pendirinya saja dekat dengan Allah. Insya Allah, kita akan ikut rombangan beliau, selagi kita berjuang di bawah organasasi beliau (pendiri NU. Red.),” tukasnya.

Pada acara tersebut, hadir sebagai penceramah, KH. Ach. Fauzan dan seluruh pengurus PC Fatayat NU Pamekasan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat se-Kabupaten Pamekasan serta jemaah Muslimat NU dari berbagai kalangan.


Reporter: Imam S (NUO.19-001)
Editor: Abror