PAMEKASAN – Memperingati hari lahir (Harlah) satu abad NU versi masehi sekaligus Harlah ke-103 versi hijriah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kadur menziarahi makam KH. Thoha Jamaludin, di kompleks maqbarah Pondok Pesantren (PP) Al-Falah Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan, Sabtu (24/01/2026).
Pada kegiatan yang diikuti oleh segenap jajaran pengurus, lembaga dan badan otonom (Banom) di lingkungan MWCNU Kecamatan Kadur, Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Ihayudin Yasin, dalam sambutannya menyampaikan, zaiarah maqbarah merupakan tradisi yang harus dilestarikan.
Pengasuh PP. Miftahul Anwar Klompek, Pamoroh, Kadur Pamekasan itu mengatakan, ziarah maqbarah merupakan salah satu upaya menguatkan ikatan batin antara para pengurus NU dengan para ulama pendahulu.
“Ziarah maqbarah merupakan tradisi penting dalam NU yang harus terus dilestarikan, sebagai bentuk ‘nyambung batin’ antara pengurus NU yang telah wafat dengan yang masih hidup. Kenapa harus begitu? Agar NU tetap eksis dan terjaga seiring berkembangnya zaman,” jelas Kiai Ihya’.
Di akhir sambutannya, Kiai Ihya;’ mengajak seluruh pengurus NU agar terus berdoa dan bermunajat dalam setiap kegiatan, terlebih menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) NU Pamekasan, agar menghasilkan keputusan yang terbaik bagi jam’iyah.
Pada kesempatan yang sama, KH. Afifudin Thoha, dalam sambutannya mengaitkan nilai-nilai yang ada di NU dengan perjuangan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di bumi Nusantara. Menurut pengasuh PP Al-Falah Sumber Gayam itu, nilai-nilai tersebut harus dipertahankan.
“Kita harus mempertahankan nilai yang ada di NU, bagaimana para wali menyebarkan Islam di Nusantara, sebagai semboyan NU: ‘mengambil ikan di dalam kolam, tapi tidak sampai mengeruhkan airnya’,” jelas Kiai Afif.
Tidak hanya itu, mantan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pamekasan itu mengajak hadirin agar mengingat perjuangan para muassis dalam mendirikan NU.
“Kita harus ingat bagaimana awal berdirinya NU, kita harus mempertahankan apa yang ada di NU, oleh karena itu, kirimkan Fatihah dan Yasin kepada mereka, agar kita ada keterikatan atau sambungan kepada pendiri NU,” ajaknya.
Reporter: Abd Rasyid (MNU-IX.IX.10.011)
Editor: Redaktur

