PAMEKASAN – Indonesia merupakan negara yang memiliki ribuan suku bangsa, ratusan bahasa, dan belasan ribu pulau yang sangat indah. Tidak hanya itu, republik ini juga dikaruniai dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Semua ini merupakan karunia besar yang diberikan Allah kepada seluruh penduduk Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI), Senin pagi (17/08/2020) di halaman Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.
“Berbeda dengan negara lain. Indonesia dengan dua musim ini ketika musim hujan tidak begitu dingin, ketika musim kemarau tidak begitu panas. Ini artinya Allah betul-betul memanjakan Indonesia dengan nikmat ini,” tegas alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur ini.
Karunia-karunia tersebut menjadi salah satu alasan bagi PCNU Pamekasan melaksanakan upacara peringatan HUT ke-75 RI. Tidak hanya itu, upacara yang digelarnya juga sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan yang dikaruniakan oleh Allah.
Lebih lanjut, Kiai Taufik menceritakan tentang kecintaan Rasulullah terhadap tanah airnya. Hal ini terbukti, lanjutnya, ketika hijrah, Rasulullah berdoa kepada Allah agar diberikan kecintaan kepada Madinah sebagaimana kecintaannya kepada Makkah.
Permintaan Rasulullah itu, menurut Kiai Taufik, sebagai dalil anjuran mencintai tanah air. Makkah merupakan tempat lahir Rasulullah. Ketika berada di Madinah, maka Rasulullah menjadi warga Madinah.
“Jadi, cinta tanah air adalah anjuran Rasulullah. Ini sering saya sampaikan: kita minum dari sumber air Indonesia, sujud di Indonesia, makan dari tanaman yang tumbuh di Indonesia. Maka tidak salah jika kita mencintai Indonesia,” lanjut Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIMU) Pamekasan itu.
Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu

