PAMEKASAN – Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDS-RA) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor (Ansor) Proppo mengelar kegiatan rutinan yang dikemas dengan taaruf kepengurusan PAC GP Ansor Proppo, Kamis Malam (02/09/2020) di kediaman ketua MDS-RA R. Imam Hanafi.
Mewakili PAC GP Ansor Proppo, Lora Hanafi, sapaan akrabnya, dalam sambutannya menyampaikan, saat ini Ansor dan Banser tengah berada di tengah masa-masa sulit. Hal tersebut dikarenakan adanya serangan dari segala arah yang ditujukan membuat kader Ansor dan Banser tercoreng. Namun, serangan yang dilakukan beberapa kelompok tersebut pada hakikatnya tidak akan sedikitpun menurunkan marwah Ansor dan Banser bahkan marwah NU.
“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh kader Ansor untuk selalu senantiasa meneguhkan niat dan semangat dalam pengabdian dan perjuangan di NU,” ajaknya.
Tidak hanya itu, ia juga berpesan kepada seluruh kader Ansor dan Banser agar selalu berusaha menguatkan jaringan di semua lini, meningkatkan kapasitas keilmuan baik dalam bidang ilmu keagamaan dan lainya, wawasan kenegaraan, serta meningkatkan spritualitas. Hal tersebut, menurutnya, sebagai upaya menjadikan kader Ansor dan Banser yang militan dan selalu siap mengabdi secara total bagi NU.
Sementara itu, R. Maltuful Anam, Ketua MDS-RA PC GP Ansor Pamekasan, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh MDS-RA Proppo. Menurutnya, seluruh elemen GP Ansor harus siap menghadapi segala rintangan dan tantangan yang akan dihadapi.
“Para kader Ansor dan Banser harus senantiasa sabar dan ikhlas dalam melakukan pengabdian dan perjuangan di NU melalui Ansor, dan harus patuh dan senantiasa selalu meminta petunjuk dan arahan para kiai NU sebagai panutan dan orang tua bagi Ansor dan Banser.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PCNU Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, yang bertindak sebagai pembicara menyampaikan pentinganya bagi kader Ansor dan Banser menggali dan belajar sejarah: sejarah tentang agama dan sejarah tentang berdirinya negara Indonesia.
Kiai Taufik mengisahkan, kontribusi NU sangat besar: perjuangan para kiai melawan dan mengusir penjajah melalui “Resolusi Jihad” KH. Hasyim As’yari, penyusunan undang-undang negara, penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI), NU sebagai benteng negara dalam menghalau ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, dan lainnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan ini juga menyampaikan, hal paling penting yang harus dilawan tidak hanya isu komunisme. Cara-cara kapitalis menguasai perekonomian Indonesia juga harus dilawan.
“Karena komunis hanyalah hantu yang sulit untuk bangkit, sedangkan kapitalis adalah cara musuh negara yang nyata yang sampai saat ini masih menjajah negara kita Indonesia,” ungkapnya
Acara tersebut dihadiri semua pengurus NU dan Badan Otonom (Banom) di lingkungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Proppo, KH. Makhrus Ali (A’wan PCNU Pamekasan), KH. Hamid Amdjad (Penasehat GMNU Pamekasan), KH. Syaiful Haq Malidji (wakil Ketua MDS-RA Pamekasan), serta para kiai dan pengurus MWCNU Proppo.
Reporter: Zainal
Editor: Ahnu

