PAMEKASAN – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu), Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Kholilurrahman, berpesan agar warga Nahdlatul Ulama atau yang biasa disebut Nahdliyin, tidak tergesa-gesa menentukan pilihan, karena kiblat politik Nahdliyyin ialah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sehingga soliditas tetap terjaga, tidak terpecah belah, dan tidak ada kekhawatiran usai pelaksanaan Pemilu.
“Di Pemilu mendatang kita tidak usah khawatir. Kita sebagai warga Nahdliyyin memiliki kiblat politik, yakni PBNU. Maka, kita harus berterima kasih kepada PBNU, khususnya kepada Rais ‘Aam, Romo Kiai Miftachul Akhyar, dengan bentuk kesolidan kita di semua tingkat struktural NU mulai dari tingkatan terbawah hingga paling atas,” ucap mantan Ketua PCNU Kabupaten Pamekasan tersebut.
Hal itu disampaikan Kiai Kholil pada kegiatan “Dzikro Maulidir Rasul Muhammad SAW” yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Larangan, Selasa di Lapangan MWCNU Larangan (10/10/2023).
Mantan Bupati Pamekasan tersebut juga menyampaikan, NU bagi politisi terlihat sebagai organisasi yang sangat “seksi”. Betapa tidak, jam’iyyah yang menjadi wadah berkumpulnya warga NU ini merupakan organisasi dengan jumlah jemaah terbanyak dibanding Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) lainnya. Hal ini, menurut Kiai Kholil, yang menyebabkan NU kian menjadi rebutan pada setiap kontestasi politik, tak terkecuali Pemilu tahun 2024 mendatang.
“NU ini adalah organisasi yang ‘seksi’. Apalagi menjelang pemilu 2024 mendatang. Semuanya mengaku NU. Semuanya mengaku dekat dengan kiai-kiai NU,” pungkas pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan, Pamekasan, tersebut.
Reporter: Bukhori
Editor: Ahnu

