News

Kiai Zulfa Mustofa, Keikhlasan Pendiri Jadi Kunci PP Al-Falah Capai Harlah ke-101

PAMEKASAN – Peringatan hari lahir (Harlah) ke-101 Pondok Pesantren (PP) Al-Falah Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan menghadirkan KH. Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) sebagai penceramah utama, Ahad (28/12/2024).

Dalam ceramahnya, Kiai Zulfa menyebut peringatan Harlah ke-101 PP Al-Falah bukanlah hal yang mudah untuk dicapai, namun dapat terlaksana berkat keikhlasan pendirinya, KH. Muhammad Thoha, serta para penerus setelahnya, sebagaimana keikhlasan para muassis Nahdlatul Ulama.

“Seratus satu tahun bukan hal yang mudah, ini bisa terlaksana karena keikhlasan pendiri dan para penerusnya sebagaimana di organisasi NU. Karena keikhlasan para muassinya NU bisa bertahan sampai sekarang,” ujarnya.

Penulis kitab al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu itu mengaku, usai mendengarkan manakib pendiri PP Al-Falah yang disampaikan melalui syair karya KH Zainul Mu’in, ia menyebut syair tersebut menggambarkan kealiman KH. Muhammad Toha sekaligus menunjukkan kualitas sastra yang tinggi.

Pada kesempatan itu, kiai yang saat ini berusia 48 tahun itu menegaskan posisi Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren yang ada di Indonesia, termasuk Al-Falah. Menurutnya, NU besar karena ditopang pesantren yang berjumlah 38 ribu dari 40 ribu pesantren yang ada di Indonesia.

“NU adalah payungnya pesantren-pesantren di seluruh Indonesia termasuk Al-Falah. NU besar karena ditopang oleh pesantren yang ada di Indonesia yang jumlahnya tidak kurang dari 38 rb dari 40 rb pesantren yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Terakhir, Kiai Zulfa menambahkan, para pengurus NU harus berasal dari kalangan pesantren, apalagi para Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

“Tidak ada dan tidak akan ada pengurus NU yang tidak mondok, semuanya berlatar pesantren,” pungkasnya.

Kontributor: Lailina Faradillah (MNU-IX. 10.015)

Editor: Redaktur