PAMEKASAN – Korp PMII Putri (KOPRI) Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ibnu Aly Komisariat Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Cabang Pamekasan menggelar kajian bertema “Perempuan Dalam Konteks Pemikiran Masyarakat Desa” di Desa Waru Timur, Kecanatan Waru, Pamekasan, Selasa sore (17/03/20).
Kegiatan tersebut menghadirkan Sri Wahyuni, Mantan Sekretaris Komisariat PMII Al-Khairat periode 2019-2020 sebagai pembicara.
Yuni, sapaan akrabnya mengungkapkan, perempuan wajib berpendidikan, karena dengan begitu, perempuan dapat mengasah kecerdasan otak dan akan lebih meruncingkan nalar berpikir kritisnya.
“Dengan kecerdasan itu, perempuan dapat menggiring masyarakat lainnya untuk dapat berpikir mandiri dan bebas tekanan,” jelasnya.
Yuni menambahkan, pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terhadap gerakan perempuan, sehingga tidak lagi terjadi problematika ketimpangan gender.
“Hingga saat ini, pola pikir primitif masyarakat desa terhadap perempuan masih kerap kali menjadi problem bersama. Yang mana, hal itu juga berdampak pada kasus ketimpangan gender di Indonesia. Untuk mengubah pola pikir seperti itu, tentunya harus didasarkan pada pengetahuan masyarakat itu sendiri,” papar Yuni.
Sementara itu, Ike Nur Jannah, Ketua KOPRI PR PMII Ibnu Aly mengatakan, masih banyak masyarakat sekitar merasa risih ketika diajak berbicara hak-hak perempuan.
“Mereka beranggapan, yang kita bicarakan seolah-olah merupakan tindakan atau keinginan untuk menomer satukan perempuan. Jadi, kita sebagai mahasiswa harus memiliki kemampuan berinteraksi yang baik, agar dapat menginspirasi masyarakat dan membuktikan keberdayaan kita sebagai perempuan, baik itu dalam kecerdasan intelektual maupun berdaya secara ekonomi,” tuturnya.
Reporter: Subaidi (NUO.03-38)
Editor: Aboonk

