News

Korda IPNU Madura Soroti Keberlanjutan Kaderisasi di Tengah Peremajaan Usia

PAMEKASAN – Koordinator Daerah (Korda) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Madura, Jalaluddin, menyoroti pentingnya keberlanjutan kaderisasi dan kejelasan jenjang pengabdian kader di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menyusul kebijakan peremajaan batas usia IPNU dan IPPNU.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Madura Leadership Forum (MLF) di Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95 Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026).

Menurut Jalaluddin, perubahan batas usia perlu diikuti dengan kesiapan sistem kaderisasi, agar proses regenerasi di lingkungan NU tetap berjalan secara berkelanjutan.

“Persoalan yang jauh lebih mendasar adalah bagaimana memastikan keberlanjutan kaderisasi dan kejelasan jenjang pengabdian kader di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menilai, perubahan kebijakan usia tidak semestinya hanya dipahami sebagai pembatasan ruang gerak kader. Kebijakan tersebut juga perlu mempertimbangkan kesinambungan proses kaderisasi dan pengabdian kader di lingkungan organisasi.

Jalaluddin mengingatkan, perubahan kebijakan usia tanpa kesiapan sistem kaderisasi berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam proses regenerasi.

“Jangan sampai perubahan kebijakan usia justru melahirkan ruang kosong dalam proses regenerasi karena tidak disertai kesiapan sistem kaderisasi dan koordinasi antar-badan otonom,” pungkasnya.


Reporter: Risma
Editor: Ary Hidayad