PAMEKASAN — Tiada hari tanpa kreasi. Mungkin kalimat ini sangat pas untuk menggambarkan kreatifitas para pelajar SMA Maarif 1 Pamekasan. Setelah sebelum-sebelumnya memanfaatkan sampah menjadi lampion, baju, pohon hias, kini mereka menyulap kain perca menjadi bando bunga yang indah dan tentunya bernilai ekonomis.
Fadoli, Guru Seni dan Budaya, mengatakan bahwa bando bunga tersebut hasil praktek para peserta didik sekolah yang ada di Desa Terrak, Tlanakan itu, dalam mata pelajaran yang diampunya.
“Praktek ini tujuannya untuk meningkatkan kreativitas siswa dan mencetak calon entrepreneur,” jelas Fadoli, Senin 03/09/2018).
Dari praktek ini, Fadoli berharap kelak para peserta didiknya mempunyai bekal untuk merintis usaha saat lulus dari sekolah sehingga mampu memperbaiki taraf ekonominya.
“Bando bunga ini bisa disukai oleh berbagai kalangan, mulai anak kecil, remaja dan dewasa. Itu alasannya kita mengadakan praktek ini,” kata Fadoli mengakhiri pembicaraannya.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

