News

Lailatul Ijtima’ Media Perkuat Paham Aswaja Warga NU Toronan

PAMEKASAN – Berbagai cara bisa dilakukan oleh kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan, di antaranya melalui kegiatan rutin lailatul ijtima’ yang dapat menjadi media silaturrahim dan pemantapan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) bagi seluruh warga NU.

Hal ini sebagaimana program Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Toronan, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan yang menjadikan lailatul ijtima’ sebagai media memperkuat pemahaman dan akidah Aswaja. Selain diisi tahlil dan istigasah, kegiatan bulanan tersebut juga diisi dengan pembacaan “Hizb al-Falah” karya Imam Syadzili.

Tidak hanya itu, agenda tersebut juga dilanjutkan dengan ngaji kitab “Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah” karangan Rais Akbar NU, Hadlrat al-Syaykh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, yang dibacakan oleh Lora M. Ali Ridho, alumnus Pondok Pesantren (PP) Tebuireng Jombang.

“Sudah sepatutnya kita mengkaji kitab ini, agar kita paham pikiran besar beliau (KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, Red) pendiri NU sehingga bisa meng-counter pemikiran-pemikiran di luar Ahlisunnah wal Jamaah”, tuturnya, Rabu malam (03/08/2022), saat kegiatan lailatul ijtima’ di kediaman K. Ach Syauqi, PP. Bahriyan Falah, Dusun Tengah, Desa Toronan.

Paham di luar Aswaja yang dianggap menyimpang oleh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, menurut Lora Ali, seperti kelompok yang menyakini Allah bersemayam pada makhluknya (hulul), ittihad (Allah bersatu padu) dan wihdatul wujud (manuggaling kawulo gusti).

Sebelum pembacaan doa penutup, agenda yang diikuti seluruh anggota dan pengurus itu diisi dengan tanya jawab seputar masalah-masalah fikih dan pandangan agama terhadap permasalahan-permasalahan kekinian yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.


Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur