PAMEKASAN – Tantangan dunia dakwah ke depan semakin kompleks dan beragam, apa lagi dalam perang ideologi, amaliah, fikrah dan ghirah. Hal itu menjadi perhatian serius Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Syuhada Ibrahim.
Sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi hal tersebut, LDNU bekerja sama dengan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul (IPPNU) Kabupaten Pamekasan melatih 100 kader dai berkarakter Aswaja An-Nahdliyah, Ahad (05/02/2022) di Yayasan dan Pesantren As-Sholihin, Panempan, Pamekasan.
KH. Syuhada Ibrahim mengaku, di Pamekasan banyak santri, ustaz dan kiai berideologi Aswaja An-Nahdliyah yang mumpuni dalam bidang dakwah, tetapi tidak memiliki kawasan (basis) dan kesempatan untuk tampil.
Baca juga: Gelar “Pelatihan 100 Dai”, LDNU Gandeng PC IPNU-IPPNU Pamekasan
“Di NU Pamekasan itu banyak orang alim allamah, wawasannya luas, tapi mereka jarang diberi jam terbang, ustaz-ustaz di Bettet, Panyeppen, Polagan dan sebagainya,” ujar Kiai Syuhada dalam sambutannya.
Pengasuh Yayasan dan Pesantren As-Sholihin tersebut juga berharap, alumni pelatihan 100 dai ini bisa terjun ke masyarakat guna membendung paham yang bertolak belakang dengan ajaran Aswaja An-Nahdliyah.
“Saya akan mencoba berjuang sekeras-kerasnya bagaimana nanti di antara kalian ada yang pada 2, 3 dan 4 tahun ke depan, terutama yang cewek, bisa menjadi da’iyah yang handal yang keluar dari tamatan pelatihan dakwah NU,” harap dosen Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Miftahul Ulum (IAI-MU) Pamekasan itu.
Dalam pelatihan tersebut diberi materi ke-Aswaja-an, Teknik Berpidato dan Teknik menulis teks pidato yang baik dengan dibagi menjadi lima kelompok dan dimentori langsung oleh pengurus LDNU PCNU Kabupaten Pamekasan.
Kontributor: Ary Hidayad
Editor: Redaktur

