PAMEKASAN – Suasana haru mewarnai pengukuhan peserta Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Proppo, Ahad (01/01/2023), di Pondok Pesantren Hidayatun Najah, Samiran, Proppo, Pamekasan.
Di antara 100 peserta yang dikukuhkan terdapat salah satu orang berkebutuhan khusus, namun berhasil mengikuti semua rangkaian materi Diklatsar Banser sampai tuntas dan dinyatakan lulus. Peserta itu bernama As’ad, delegasi Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Gro’om, Proppo.
As’ad yang kesehariannya harus berjalan menggunakan kruk, tidak mau dibedakan dengan peserta lain. Dia tetap mengikuti semua rangkaian kegiatan, termasuk outbond dan olahraga fisik lainnya. Hal itu diungkapkan Lora Imam Hanafi, Ketua Pimpiman Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Proppo.
“Kami dari kepanitiaan sudah berkali-kali mencoba memberikan keringanan kepadanya, namun yang bersangkutan tidak mau dan tetap maksa mengikuti setiap kegiatan yang ada selama pelatihan,” ungkapnya.
Baca juga: Jelang 1 Abad NU, GP Ansor Pamekasan Kukuhkan 100 Peserta Diklatsar Banser Proppo
Kepada Media NU Pamekasan, As’ad mengaku tidak mau dibedakan, lantaran kecintaannya terhadap Nahdlatul Ulama dan GP Ansor, sehingga hal itu yang memacu semangatnya mengikuti setiap kegiatan sampai tuntas.
“Saya sehat, saya baik-baik saja, jadi tidak ada masalah, jika saya harus berjuang bersama-sama sahabat yang lain untuk lulus dari Diklatsar Banser ini, karena saya yakin apa yang saya lakukan selama mengikuti Diklatsar ini beriring barakah dari para Muassis Nahdlatul Ulama,” tutur As’ad.
Setelah dikukuhkan, Lora Maltuful Anam, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan memberikan hadian kepada As’ad berupa Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Banser. Menurutnya, sosok As’ad sangat menginspirasi terhadap kader-kader GP Ansor dan Banser.
“Sahabat As’ad yang secara fisik memiliki kekurangan ini semangatnya harus ditiru oleh yang lain, bahkan kader Ansor dan Banser yang memiliki kesempurnaan fisik tentu harus lebih semangat,” ucap Wakil Rektor III IAI Miftahul Ulum Pamekasan itu.
Lora Maltuf menambahkan, mengabdi di Nahdlatul Ulama tidak boleh berkecil hati, walaupun dengan kekurangan apapun, baik fisik, harta dan lainnya. “Jadi, semua yang bisa diabdikan, kita abdikan dengan sekuat tenaga,” pungkasnya.
Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu

