Nuriman, Kepala Seksi (Kasi) Sarana Prasarana (Sarpras) Bidang Pertanian DKPP Pamekasan, mengaku sangat bahagia. Pasalnya, semua materi yang ia sampaikan kepada para santri, dapat langsung dipraktikkan di lapangan.
“Semua sesuai dengan rencana awal, bagaimana kita mengajarkan kepada santri bukan di ilmu agama, tapi di sektor pertanian juga kita gagas untuk bisa menghasilkan santri-santri yang milenial, santri-santri yang tangguh yang bisa membawa pertanian itu lebih maju ke arah yang baik untuk ke depannya,” ungkapnya.
Nuriman mengaku, program ini akan terus berlanjut, dan akan menjadi agenda tahunan, karena Bupati Pamekasan, KH. Badrut Tamam, juga menaruh perhatian khusus terhadap persoalan ketahanan pangan.
“Ada 4.000 bibit yang telah kita sebar sementara, termasuk ada durian, ada pisang, ada jeruk, ada alpukat juga. Ini sekitar 4.000 yang telah kita sebar, termasuk benih padi yang sudah kita sebar kemarin ada sekitar 365 kg padi hibrida. Ini sudah ditanam kemarin sama pondok-pondok pesantren yang telah ditunjuk oleh LPPNU. Untuk di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah ini kemarin dapat alokasi untuk jeruk 200 pohon, untuk bibit alpukat sebanyak 48 batang,” pungkasnya.

Di waktu yang sama LPPNU PCNU Kabupaten Pamekasan juga melakukan distribusi ternak unggas di PP Bustanul Ulum Talangih, Tagangser Laok, Waru, Pamekasan. Di pantai utara (Pantur) Madura ini, LPPNU menggandeng Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Waru.
Qusyairi, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Waru, berharap kegiatan semacam itu dapat terus berlanjut di masa-masa yang akan datang dengan cakupan yang lebih luas. Ia menilai, jika program ini dapat dilaksanakan lebih luas, tidak hanya bisa menopang kemandirian pesantren saja, tapi juga menunjang kemandirian umat secara umum.
“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan terus berlanjut untuk kejayaan pesantren dimasa depan. Ke depan tidak hanya kegiatan itu yang akan kami galakkan, tetapi kegiatan yang dapat menunjang pada kemaslahatan masyarakat dan pesantren akan terus kami kawal,” ucap mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan tersebut.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur

