News

LPPNU Pamekasan Launching “Kemandirian Pondok Pesantren Berbasis Agri-Santriprenuer”

PAMEKASAN — Sebagai tindak lanjut agenda inkubasi bisnis pesantren sektor ketahanan pangan yang digelar maret lalu, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, menggelar launching “Kemandirian Pondok Pesantren Berbasis Agri-Santriprenuer”, Kamis (09/05/2022), di Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan.

Selain diisi pengenalan program kemandirian pesantren berbasis Agri Santriprenuer di Pamekasan dan visi Bupati Pamekasan, dalam giat ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bupati Pamekasan, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Pamekasan dan LPPNU PCNU Pamekasan.

KH. Baddrut Taman, Bupati Pamekasan mengatakan, kegiatan ini merupakan sebagian bentuk fasilitasi sarana belajar bagi generasi muda di kalangan santri guna menumbuhkan semangat santriprenuer di bidang pertanian. Selain itu, juga merupakan sarana kemandirian pesantren.

“Muaranya adalah partisipasi ketahanan pangan. Kemenag RI sebagai pemegang kebijakan pesantren, kami Pemkab Pamekasan kebijakan di bidang pertanian dan LPPNU sebagai pembimbing dan juga bisa menjadi off taker. Tentunya mitra-mitra lainnya untuk pengembangan pertanian di pesantren untuk tumbuh kembangnya ‘agri-Santriprenuer’ akan terus berkembang, seperti dari Fakultas Peternakan UGM dan beberapa mitra lainnya,” ucap Ra Badrut, sapaannya.

Sementara Mawardi, Kepala Kemenag Pamekasan mengatakan, kemandirian pesantren melalui inkubasi bisnis menjadi salah satu perhatian Kementerian Agama RI. Menurutnya, Agri-Santriprenuer harus dikembangkan sebagai gerakan jihad ketahanan pangan dari santri untuk santri.

“Karena pesantren memiliki potensi itu semua, sehingga nantinya santri-santrinya saat berada di pesantren tidak hanya menjadi konsumen dan bisa menjadi bekal setelah nantinya kembali dalam lingkungan sosial di luar pesantren,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, H. Ilzamuddin mengaku, LPPNU PCNU Pamekasan akan selalu hadir dalam upaya memfasilitasi pesantren-pesantren guna melahirkan Agri-Santripreneur.

“Ini adalah sebuah gerakan yang sudah mulai mengarah pada kebijakan. LPPNU tentu akan terus terlibat aktif dalam upaya memfasilitasi pesantren-pesantren dalam melahirkan Agri Santriprenuer,” tegas Ketua LPPNU PCNU Pamekasan INI.

Usai seremonial pembukaan, acara dilanjutkan dengan penanaman bibit pisang cavendish, ikan lele dan nila, juga pemberian pakan ayam, serta pemantauan lokasi lahan pertanian di pesantren setempat. Guna memberikan pemahaman berkenaan agenda tersebut, panitia menghadirkan ahli dari UGM Yogyakarta, Prof Ali Agus.


Reporter: Wasil
Editor: Redaktur