PAMEKASAN – Mahasiswa Institut Agama islam Miftahul Ulum (IAIMU) Pamekasan melaksanakan praktik rashd al-qiblah atau pengukuran arah kiblat menggunakan metode bayang-bayang matahari secara real time, Sabtu siang (22/10/2026), di kompleks kampus setempat.
KH. Ilyasak, dosen pengampu mata kuliah Ilmu Falak, menyampaikan dalam kegiatan tersebut mahasiswa mempraktikkan secara langsung proses pengukuran arah kiblat dengan memanfaatkan bayangan benda yang terbentuk akibat pancaran sinar matahari, melalui pengamatan posisi matahari dan arah bayangan pada waktu pengukuran.
“Praktik ini merupakan pengalaman lapangan untuk menghubungkan teori Ilmu Falak yang dipelajari di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan masyarakat di era saat ini,” ujarnya.
Pengukuran arah kiblat menggunakan bayang-bayang matahari ini, lanjut Kiai Ilyasak, merupakan salah satu metode yang sangat mudah dalam rashd al-qiblah.
“Pengukuran arah kiblat menggunakan bayang-bayang matahari merupakan salah satu metode yang sangat penting dipelajari untuk acuan astronomis. Ketepatan hasil pengukuran dipengaruhi oleh waktu pengamatan, kondisi lokasi serta ketelitian dalam menentukan dan menarik garis bayangan,” paparnya.
Kiai Ilyasak mengatakan, pembelajaran ini memudahkan teori dan praktik, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut.
“Harapan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi Mahasiswa dalam bidang Ilmu Falak, khususnya tentang penentuan arah kiblat. Selain memperkuat pemahaman akademik, praktek ini juga menjadi bekal bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Hukum Keluarga Islam untuk berkontribusi dalam pelayanan keagamaan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Kontributor: Bahrul (MNU X.10.008)
Editor: Zainur

