PAMEKASAN – Sebelum berdirinya jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU), Syaikhana Muhammad Cholil Bangkalan melalui salah satu santrinya, KH. Asad Syamsul Arifin, mengirimkan isyarat berupa tongkat dan tasbih kepada Hadlratus Syekh KH. Hasyim Asyari sebagai tanda persetujuan dan restu pendirian organisasi yang menjadi wadah perjuangan ulama pesantren.
Tongkat dan tasbih tersebut, menurut KH. Syaifuddin Syam tidak hanya menjadi isyarat restu dan persetujuan saja, tapi mengajarkan kepada seluruh warga NU agar tidak hanya mengandalkan usaha semata, tapi harus disertai dengan riyadlah dan doa.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan tersebut saat menyampaikan tausiah pada acara sosialisasi PWNU Jatim Award 2022 dan SIMNU kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Larangan di kediaman K. Moh. Ilyas, Panagguan, Larangan, Pamekasan, Ahad pagi (25/09/2022).
“Karena sekuat apapun usaha kita, yang menjadi penentu akhir berhasil dan gagalnya usaha kita hanya Allah. Makanya Syaikhana Cholil tidak hanya mengirimkan tongkat kepada Kiai Hasyim Asyari, tapi mengirimkan tasbih juga,” ucap alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan itu yang akrab disapa Kiai Syai.
Oleh karena itu, Kiai meminta kepada seluruh pengurus MWCNU dan perwakilan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Larangan yang hadir dalam kesempatan itu agar tetap semangat dan berusaha sekuat tenaga menyiapkan segala kebutuhan PWNU Jatim Award 2022 serta selalu menyertai setiap usaha dengan doa.
Di akhir tausiahnya, Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Larangan itu mendoakan seluruh warga masyarakat Kecamatan Larangan dan hadirin serta nahdliyin agar senantiasa mendapatkan aliran berkah KH. Hasyim Asyari serta ulama-ulama pendiri dan pejuang NU.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur

