LAMONGAN – Mantan Direktur Media NU Pamekasan, Mohammad Subhan, mengikuti Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) special edition yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur (Jatim) melalui Ansor University di Universitas Islam Darul Ulumu (Unisda) Lamongan yang diagendakan berpangsung selama empat hari Kamis-Ahad (20-23/11/2025).
Wakil Sekretaris periode pertama kepemimpinan mendiang KH. Taufik Hasyim itu mengaku, keikutsertaannya pada kaderisasi lanjutan di lingkungan GP Ansor itu bukan hanya sekadar pemenuhan kewajiban organisasi, melainkan sebuah kebutuhan mendesak guna meningkatkan kapasitas diri. “Tujuannya berpartisipasi dalam PKL ini adalah untuk ‘meng-upgrade‘ diri sebagai warga NU yang bisa segera beradaptasi dengan tuntutan teknologi dan global yang merupakan tantangan masa depan warga NU,” tuturnya, Sabtu (22/11/2025).
Pernyataan ini, menurut salah satu pendiri Media NU Pamekasan itu, merupakan kesadaran mendalam akan perubahan zaman yang menuntut kecepatan adaptasi, khususnya bagi para aktivis dan intelektual NU. “Tuntutan era digital dan globalisasi mengharuskan kader-kader muda NU untuk tidak hanya menguasai ilmu-ilmu diniah, tetapi juga ilmu pengetahuan umum dan teknologi mutakhir. PKL Special Edition ini, dengan fokus pada akselerasi intelektual, dipandang sebagai medium yang tepat untuk mencapai tujuan itu,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Subhan juga menegaskan keikutsertaannya membawa tanggung jawab moral sebagai seorang akademisi di Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan. Ia bertekad akan membawa pulang ilmu dan wawasan yang diperoleh selama pelaksanaan PKL ini guna disebarkan di lingkungannya. “Mensosialisasikan di kampus Lima Menara Ilmu (tagline UIM Pamekasan, Red) dan kampus sekitarnya agar manhaj, harakah, dan goal dari NU di Pamekasan, khususnya di Pulau Madura, benar-benar sesuai dengan yang diharapkan para muassis NU,” tegasnya.
Menurut Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Kelembagaan dan Sistem Informasi UIM Pamekasan itu, komitmen yang ia utarakan ini merupakan jembatan kuat antara peran dirinya sebagai aktivis organisasi sekaligus sebagai pendidik agar nilai-nilai perjuangan NU diintegrasikan dan disebarluaskan di lingkungan akademik.
PKL yang diinisiasi oleh Ansor University Jatim ini memang dirancang dengan orientasi yang sangat spesifik dan berbeda. Gus Abdulloh Hamid, Ketua Ansor University PW GP Ansor Jatim, menuturkan kegiatan ini berfungsi sebagai ruang akselerasi intelektual kader. “Ini bukan sekadar pelatihan aktivisme biasa. Peserta diarahkan dan didorong untuk tidak hanya belajar bagaimana menjadi seorang aktivis yang giat di lapangan, tetapi yang lebih fundamental, mereka ditempa untuk menjadi pemikir muda NU yang mampu membaca zaman, menafsirkan tantangan, dan menawarkan solusi yang beradab, serta berkomitmen membangun ekosistem kaderisasi modern yang mensinergikan tradisi keilmuan pesantren dengan disiplin akademik dan teknologi,” tutur Gus Hamid, sapaannya.
Konsep ini, lanjut Gus Hamid, secara gamblang memperlihatkan upaya GP Ansor Jatim menciptakan kader-kader berkompetensi ganda: berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren (beradab), namun berwawasan luas dan melek teknologi (modern).
Mengangkat tema “Membentuk Ansor Intelektual: Muda, Berilmu, Beradab”, kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang didominasi kalangan akademisi, dosen, dan para pengelola Ansor University se-Jatim. Kehadiran peserta dari latar belakang intelektual yang kuat ini, menurut Gus Hamid, secara nyata mempertegas orientasi utama PKL Special Edition ini, yaitu sebagai ruang kaderisasi berbasis keilmuan dan akademik. “Pilihan peserta ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa ruh intelektualisme dan tradisi keilmuan benar-benar meresap dan memimpin arah gerakan GP Ansor di masa depan,” imbuhnya.
Reporter: Hassan al-Mandury
Editor: Redaktur

