NEWS

Mengenal Platform “Kaderisasi Back to Basic Culture” PC PMII Pamekasan

PAMEKASAN – Wakil Ketua (Waka) I Bidang Internal Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pamekasan, Moh. Maltuf, mengungkapkan poin-poin penting platform “Kaderisasi Back to Basic Culture“.

Platform kaderisasi yang diterapkan PC PMII Pamekasan guna meningkatkan kualitas kader tersebut bertujuan menciptakan kader yang berintelektualitas sesuai tujuan organisasi.

“Mengawali ide dasar dengan platform ‘Kaderisasi Back to Basic Culture‘ ini dipilih sebagai pengembangan intelektual dan sistem kaderisasi berdasarkan nilai, norma, budaya, dan tujuan organisasi PMII,” tutur mantan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura itu, Jumat (4/11/2022).


Baca juga:
Gelar Rakoorka, PC PMII Pamekasan Matangkan Sistem Kaderisasi
Kaderisasi Back To Basic Culture Menjadi Platform Kaderisasi PC PMII Pamekasan


Maltuf menjelaskan, platform tersebut ada tiga poin penting yang perlu diterapkan kader PMII agar bisa berkembang di dalam organisasi dengan kuantitas kader yang luar biasa ini.

“Dari platform tersebut ada tiga poin penting yang harus senantiasa mengarah terhadap pengembangan organisasi dan pemberdayaan anggota PMII, dari mulai kader, pengkaderan, dan kaderisasi,” ungkap mantan Waka I Pengurus Komisariat PMII IAIN Madura tersebut.

Maltuf melanjutkan, tiga poin penting dalam platform “Kaderisasi Back to Basic Culture” tersebut jika benar-benar dilaksanakan dengan semestinya akan mampu melahirkan berbagai aspek dalam perbaikan organisasi.

“Kader, sebagai penggerak dalam organisasi harus memiliki pemahaman terhadap organisasi; kedua, pengkaderan, merupakan serangkaian proses yang harus ditempuh oleh anggota dan kader PMII, sehingga untuk memperoleh pemahaman,” jelas Maltuf.

“Dan yang ketiga, kaderisasi, yang merupakan serangkaian sistem pengembangan organisasi tentu harus berdasarkan peraturan organisasi dalam setiap putusan-putusan yang diambil, upaya pembangunan organisasi harus berdasarkan temuan dan hasil analisis pada setiap lembaga organisasi di bawahnya,” imbuhnya.

Tiga poin tersebut, lanjut Maltuf, akan melahirkan berbagai aspek perbaikan organisasi mulai aspek kader, pemateri, mentor, instruktur, aspek kurikulum dan materi, serta Aspek sistem kaderisasi.


Kontributor: Sugik (MNU.V.10-002)
Editor: Redaktur