Tak Berkategori

Menkominfo dan LDNU Siap Lawan Radikalisme

JAKARTA – Untuk menangkal merebaknya radikalisme dan tindakan intoleransi di dunia maya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, akan menggandeng Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal itu disampaikan oleh mantan Komisaris PT. Telekomunikasi Indonesia itu dalam acara Silaturrahmi Nasional Strategi Cyber Media dengan tema “Melawan Radikalisme dan Intoleransi di Dunia Maya” yang digelar oleh LDNU, Sabtu (05/08/2017), di Gedung PBNU lantai 5 Jl. Kramat Raya 164, Jakarta.

“Saya ingin nanti kita buat program. Saya tidak akan menyumbang, kecuali nanti melengkapi kekurangan-kekurangannya,” ujar Rudi.

Rudi melanjutkan, Kementerian Kominfo tidak akan memberikan bantuan berupa uang, tapi berupa kerjasama dalam setiap program.

“Kemenkominfo tidak akan memberikan uang kepada teman-teman, tapi kita buat yang namanya join program. Program bersama,” lanjutnya.

Melalui gagasannya itu, Rudi siap menfasilitasi kekurangan-kekurangan dalam program bersama tersebut.

“Bahwa nanti di program bersama teman-teman cuma dapat 10 persen, kami 90 persen, ya nggak apa-apa. Namanya juga program bersama. Mau fifty-fifty juga tidak apa-apa namanya juga program bersama,” jelas pria yang lahir 3 Mei 1959 silam ini.

“Tidak usah pikirkan biayanya dulu. Kita buatkan programnya,” imbuh Rudi lagi.

Lebih lanjut, Rudi mengajak peserta yang hadir dari seluruh pelosok Indonesia ini untuk mengimbangi situs-situs radikal.

“Buat situs banyak-banyak. Kalau perlu situsnya bikin seratus. Ya, nggak apa-apa. Nanti hosting-nya kita bikin program bersama. Tak bantu,” tegas Rudi disambut riuh tepuk tangan seisi ruangan.

“Nanti akan saya sampaikan ke teman-teman di kantor untuk kita duduk bareng lagi. Nanti kita susun bentuk kerjasmanya seperti apa. Biar lebih terukur,” tangkasnya.

Di ujung sambutannya, Rudi mengingatkan bahwa yang terjadi di dunia maya saat ini adalah peperangan. Bukan pertempuran.

“Artinya, perang itu jangka panjang. Kalau pertempuran itu di suatu tempat. Misalnya, di bukit mana kita bertempur. Kalau perang, dari bukit, dari laut, dari udara, dari yang mana kita perang. Ini kita perang,” paparnya.

Yang menarik, Rudi menutup sambutannya dengan kalimat penutup khas yang biasa diucapkan oleh warga nahdliyin yakni wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq.

Acara yang diagendakan berlangsung selama dua hari tersebut, selain Menkominfo, panitia juga akan menghadirkan Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, sebagai pemateri.

Reporter: Ahnu
Editor: Taufiqurrahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *