PAMEKASAN — Menyongsong usia abad kedua Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pembahasan khusus pada rapat Harian Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, Sabtu siang (11/06/2022), di Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz, No. 95.
Diikuti seluruh pengurus Harian Tanfidziah, ada tiga agenda yang menjadi pembahasan rapat tersebut, di antaranya: melakukan sosialisasi ke semua lembaga di bawah naungan NU dan pesantren-pesantren agar menggunakan Metode Cepat Baca Al-Qur’an ‘Tartila’ milik NU.
“Kami imbau kepada semua lembaga, pesantren, RA (Raudlatul Athfal, Red), TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an, Red) di bawah naungan NU dan Muslimat NU untuk beralih menggunakan Metode ‘Tartila’; dan kita akan launching besar-besaran dalam waktu dekat,” ucap KH. Taufik Hasyim usai rapat.

Selain itu, rapat tersebut juga memutuskan melanjutkan program kaderisasi pasca-pencabutan moratorium kaderisasi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Musyawarah Besar NU yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
“Ketiga, menunjuk Pak Haji Dahlan sebagai Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2022 dan menunjuk Bapak Ahmad Asir sebagai Ketua Panitia Menuju Satu Abad NU,” lanjut Ketua PCNU Pamekasan tersebut.
Lebih lanjut, Kiai Taufik mengatakan, PCNU Pamekasan akan memaksimalkan semua kegiatan NU mulai dari tingkatan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di tingkat desa, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di tingkat kecamatan dan Cabang. Puncak kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada bulan Rajab mendatang.
“Satu abad nanti kita akan ada acara besar. Kami harap kepada semua MWC dan Ranting, agar mulai sekarang dirancang kegiatan-kegiatan dalam rangka menuju satu abad NU,” pungkasnya.
Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur

