PAMEKASAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pademawu menggelar Musyawarah Kerja (Musker) I di Pondok Pesantren Al-Qodiri, Desa Sentol, Kecamatan Pademawu, pada Minggu (14/9/2025).
Dengan mengusung tema “Konsolidasi dan Transformasi NU Menuju Keluarga Maslahat dan Generasi Berdaya Digital”, forum ini menjadi tonggak penting evaluasi sekaligus penataan arah program MWCNU Pademawu untuk masa khidmat 2025–2030.
Musker I diikuti oleh jajaran pengurus MWCNU, lembaga, badan otonom (banom), serta ranting NU se-Kecamatan Pademawu. Selain sebagai tindak lanjut amanah konferensi, forum ini diharapkan mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan dinamika zaman.
Ketua Panitia Musker, Mohammad Zaini, menegaskan bahwa Musker I bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk memperkuat arah perjuangan NU di tingkat lokal.
“Musker ini adalah wadah strategis bagi pengurus NU Pademawu dalam mengevaluasi perjalanan sebelumnya, sekaligus menyusun langkah baru yang lebih inovatif dan relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Mohammad Saifur, menyoroti empat fokus utama yang menjadi pijakan Musker I, yakni evaluasi kinerja, perencanaan program, penguatan organisasi, serta peningkatan pelayanan masyarakat.
“Selain forum evaluasi, Musker ini juga menjadi acuan merumuskan program-program strategis agar NU semakin adaptif terhadap era digital dan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Adapun hasil Musker sebelumnya telah menempatkan tiga bidang sebagai prioritas utama. Pertama, optimalisasi potensi dengan memperbaiki administrasi dan manajemen organisasi. Kedua, penguatan peran lembaga, seperti Lembaga Bahtsul Masail dan Lembaga Perekonomian, untuk mendorong kemandirian organisasi. Ketiga, peningkatan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, penanggulangan bencana, serta kegiatan sosial-keagamaan dan kebangsaan.
Dengan konsolidasi yang kuat dan arah transformasi yang jelas, Musker I MWCNU Pademawu diharapkan menjadi landasan kokoh bagi lahirnya kader dan program yang mampu menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan tradisi ke-NU-an.
Reporter: Intan
Editor: Redaktur

