NEWS

PCNU Korda Madura Minta Kemenag Segera Tarik Buku Ajar Agama Bermasalah

SUMENEP – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang melalui Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) melakukan kajian terhadap beberapa buku ajar agama untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pengkajian ini dilakukan usai menerima laporan adanya kesalahan dalam buku ajar “Fiqih” dan “Aqidah Akhlaq” yang diterbitkan oleh beberapa penerbit berbeda.

Hasil kajian tersebut kemudian diangkat dalam forum PCNU se-Madura yang tergabung dalam PCNU Koordinasi Daerah (Korda) Madura, Ahad (20/08/2023), di Kantor PCNU Sumenep, Jl. Trunojoyo, 295, Gedungan, Batuan, Sumenep.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, PCNU Korda Madura meminta agar Kementerian Agama (Kemenag) menghentikan pengedaran, bahkan menarik buku-buku itu. Permintaan ini disampaikan oleh KH Taufik Hasyim, Koordinator PCNU Korda Madura, didampingi perwakilan seluruh PCNU se-Madura.

“Ada beberapa kesalahan, bahkan lebih dari lima puluh kesalahan, yang kami anggap tidak sesuai atau bertentangan dengan akidah dan amaliah yang selama ini diamalkan oleh masyarakat, yaitu akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Dalam [hasil] kajian itu, terdapat beberapa hal yang kami anggap kurang pas untuk terus dilaksanakan dan diamalkan,” ucap Kiai Taufik, Ahad (20/08/2023).

KH Taufik Hasyim menyampaikan permintaan agar Kemenag segera menarik buku ajar agama bermasalah

Ketua PCNU Pamekasan ini melanjutkan, pihaknya meminta kepada pihak terkait, dalam hal ini Kemenag, agar melakukan pengkajian dan penelaahan ulang, bahkan menarik buku tersebut. Kiai Taufik menilai, keberadaan buku itu menyebabkan keresahan di tengah masyarakat dan dikhawatirkan menimbulkan hal-hal negatif yang tidak diinginkan.

“Sekali lagi, kami mengharap dengan sungguh-sungguh kepada pihak terkait, dalam hal ini Kementerian Agama, untuk menarik buku ajar tersebut untuk tidak diedarkan dan dihentikan,” pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekasan itu mengakhiri.

Selain membahas tentang kekeliruan buku ajar, pertemuan rutin ini juga membahas tentang Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU) dan penguatan organisasi, baik internal maupun eksternal.

Tampak hadir dalam kesempatan itu Syuriah dan Tanfidziah PCNU se-Madura: RKH Makki Nashir, Ketua PCNU Bangkalan; KH Syafiuddin Abd. Wahid dan KH Itqan Bushiri, Rais dan Ketua PCNU Sampang; KH Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan bersama RP KH Najibul Khoir, KH Ihyauddin Yasin, H Muhammad Dahlan, masing-masing Wakil Rais, Katib, dan Sekretaris. Hadir juga KH Hafidzi Syarbini dan KH Pandji Taufiq, Rais dan Ketua PCNU Sumenep, beserta para pungurus Syuriah-Tanfidziah PCNU Sumenep sebagai tuan rumah.


Reporter: Ahnu
Editor: Redaktur