PAMEKASAN — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, mengimbau agar lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan atau yang berafiliasi dengan NU agar menggunakan metode “Tartila” berkenaan cara cepat baca Alquran.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom Angsanah, Palengaan, Pamekasan ini, sudah semestinya lembaga pendidikan di bawah naungan NU menggunakan “Tartila”, pasalnya metode ini diciptakan oleh ulama-ulama NU dan resmi milik NU.
“Saya mengimbau kepada lembaga, pesantren, TPQ, TPA, RA di bawah Naungan NU, untuk gunakan Metode “Tartila” sebagai metode resmi cara cepat baga Al-Qur’an. Karena “Tartila” resmi milik NU,” tulis Kiai Taufik, Selasa siang (05/07/2022), melalui layanan pesan WhatsApp.
Sebelum itu, pada pelaksanaan relaunching “Cara Cepat Membaca Al-Qur’an Metode Tartila” sekakigus menyambut satu abad usia NU, Senin (04/07/2022), di Aula Kantor PCNU Pamekasan, Kiai Taufik juga mengajak Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan agar segera melakukan relaunching metode cepat baca Alquran milik NU tersebut.
“Goodbye metode lain. MWCNU yang belum menyelenggarakan segera menggelar,” tandasnya.
Cara Cepat Baca Al-Qur’an Metode “Tartila” merupakan metode yang dicetuskan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur pada tahun 1998 di Pondok Pesantren Jampes Kediri. Metode ini dirumuskan oleh: Drs. KH. M. Syahrul Munir, KH. Masruchan, KH. Mu’thi Nurhadi, SH, Drs. Ust. Suyatno, KH. Imam Nawawi, KH. M. Yahya Romli, KH. Ahid Sufiaji SQ. M.Si, KH. Choiruddin Abd. Qodir, SH.
Pada masa KH. Abdurrahman Wahid menjabat Ketua Umum PBNU, “Tartila” direkomendasikan agar diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan NU atau yang berafiliasi dengan NU.
Reporter: Batam
Editor: Redaktur

