NEWS

PCNU Pamekasan Kawal Difabel Agar Diperhatikan Pemkab

Bahkan, di ruang pertemuan Peringgitan Dalam Mandhap Aghung Ronggosukowati, seketika suasana menjadi hening dan haru saat Nurhasnah menceritakan kondisi hidupnya. Dia mengungkapkan, setelah berhasil meraih medali emas, dia tidak mendapat jaminan masa depan dari pemerintah. Sementara kondisinya sebagai penyandang disabilitas tidak bisa bekerja normal seperti masyarakat pada biasanya.

Seketika ceritanya terhenti karena dia tidak kuat membendung tangis saat mengungkapkan suaminya baru saja meninggal dunia meninggalkannya beserta seorang anaknya. Bahkan suaminya meninggal belum genap 40 hari.

Dia berharap besar Pemkab dapat memberikan pekerjaan tetap karena dia sudah lama menjadi pengangguran dan hanya menerima nafkah dari mendiang suaminya. Setelah suaminya meninggal, dengan kondisi tubuhnya yang tidak normal, dia kebingungan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Sekda Pamekasan Totok Hartono berjanji akan menindaklanjuti aspirasi para difabel tersebut. Dia juga mengimbau Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan agar segera dilakukan pembahasan teknis mengenai harapan para difabel itu.

“Kadinsos, ini harus segera ditindaklanjuti dengan rapat teknis,” perintahnya kepada Kepala Dinsos.

Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan bagian masyarakat Pamekasan yang juga memiliki hak kesejahteraan dan kewajiban setara seperti lainnya. Pihaknya juga akan menyiapkan keinginan mereka, baik yang sifatnya jangka pendek, menengah dan panjang.

Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Pamekasan guna menyiapkan kegiatan yang dapat menjadi penunjang kebutuhan bagi para difabel agar memiliki pendapatan tetap dan bisa meringankan beban hidup mereka.

“Jika administrasinya lengkap, kita nanti bisa alokasikan dana hibah untuk kebutuhan kegiatan PPDM,” pungkasnya.


Reporter: Ali Wafa
Editor: Ahnu