PAMEKASAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pamekasan terus mematangkan persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Ketua Panitia HSN, K. Taufiqur Rahman Khafi, menegaskan, tahun ini rangkaian kegiatan cukup banyak, namun ada empat agenda besar yang menjadi sorotan utama.
“HSN tahun ini insyaallah lebih semarak, karena melibatkan seluruh elemen warga Nahdliyin. Dari sekian banyak agenda, ada empat yang paling besar dan memiliki makna penting bagi kita,” ungkap Kiai Taufiq saat rapat persiapan di Kantor PCNU Kabupaten Pamekasan, Jumat (19/09/2025).
Pertama, kata Kiai Taufiq, gerakan menanam ribuan pohon di kantor PCNU, MWC, ranting, lembaga pendidikan, hingga pondok pesantren.
“Kami ingin kantor dan lembaga NU tidak hanya berfungsi administratif, tapi juga indah, asri, dan bermanfaat dengan pohon buah maupun bunga. Ini simbol kesadaran ekologis warga NU,” jelasnya.
Kedua, Focus Group Discussion (FGD) penulisan ulang sejarah PCNU Kabupaten Pamekasan. Panitia menemukan data baru berdasarkan penelitian terhadap dokumen di Perpustakaan Pesantren Tebuireng.
“Ini bagian dari amanat Ketua PCNU [Kabupaten Pamekasan], almarhum KH. Taufik Hasyim, agar sejarah NU ditulis secara komprehensif dari dalam NU sendiri, lalu diwariskan ke generasi berikutnya,” tambahnya.
Agenda ketiga, apel HSN yang akan melibatkan pengurus, badan otonom (Banom), lembaga, serta ribuan santri utusan berbagai pesantren di Pamekasan.
Keempat, puncak peringatan HSN yang dipusatkan di salah satu pesantren NU. Agenda ini akan diisi dengan selawat bersama, orasi, dan refleksi ke-NU-an.
Selain itu, lanjut Kiai Taufiq, panitia juga menyiapkan beragam kegiatan pendukung melalui masing-masing Banom NU.
“HSN bukan hanya agenda panitia, tapi milik bersama. Karena itu, Banom-banom NU juga menyiapkan programnya masing-masing,” pungkasnya.
Reporter: Intan
Editor: Redaktur

