PAMEKASAN — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan membuka Bioskop Cinema Mall menuai pro-kontra. Menyikapi hal tersebut, K. Abdul Bari, Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, meminta agar rencana itu dikaji ulang.
Kiai Abdul Bari mengajak semua elemen masyarakat Pamekasan, khususnya pemangku kebijakan untuk berpikir, apakah sudah saatnya atau belum Pamekasan mempunyai gedung bioskop dan bagaimana dampaknya terhadap anak muda dan budaya di Pamekasan ke depan.
“Karena di dalamnya ini ada dua unsur, yaitu unsur hiburan dan unsur bisnis. Maka, jangan sampai demi bisnis, kita justru menjerumuskan masyarkat Pamekasan, baik secara ekonomi maupun budaya,” ungkapnya, Selasa (11/02/2019) di Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95 Jungcangcang, Pamekasan.
Ia menambahkan, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang tergabung dalam Fokus (Forum Komunikasi Ormas Islam) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan sudah menyatakan sikap menolak rencana tersebut.
“Maka kami meminta kepada pihak terkait, baik Pemkab ataupun investor, untuk mengkaji ulang pembukaan Bioskop Cinema Mall tersebut, karena Pamekasan dan Madura yang kental dengan nuansa agamisnya jangan sampai hilang,” terangnya.
Kiai Abdul Bari juga meminta, agar istilah Gerbang Salam tidak hanya sebatas dijadikan jargon semata.
Reporter: Abror
Editor: Ahnu

