NEWS

PCNU Pamekasan Sayangkan Pernyataan Hoax Tentang Habib Muhdor Pada RDPU Komisi III DPR RI

PAMEKASAN – Beredar video sidang Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI dengan Aliansi Ulama Madura yang viral di media sosial, lantaran salah satu peserta rapat menyebutkan empat puluh orang yang ‘mengusir’ Habib Muhdor bin Ali al-Muhdor Lumajang telah menghilang pasca bencana erupsi Gunung Semeru.

Pernyataan tersebut dibantahan langsung oleh warga setempat melalui sebuah video bersama Habib Muhdor bin Ali al-Muhdor. Dalam video itu, seorang pria yang mengenakan jaket hitam di samping Habib Muhdor mengatakan, pengusiran terhadap Habib Muhdor tidak benar.

“Dan juga terkait masalah warga, empat puluh orang yang mengusir habib telah hilang itu hoax, tidak benar. Habib sudah saya tanyakan, sebetulnya Habib ini tidak diusir, cuma Habib secara sukarela meninggalkan kediaman beliau,” papar pria tersebut.

Menyikapi viralnya dua video tersebut, KH. Taufik Hasyim, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, menyayangkan pernyataan hoax itu, karena tidak didasari dengan cek fakta di lapangan dan sudah ditonton oleh ribuan orang.

“Mohon kepada para tokoh agama, agar sebelum menyampaikan statemen supaya tabayun dan cek fakta terlebih dahulu, agar tidak menjadi hoax, fitnah dan membingungkan bagi umat,” ujar KH. Taufik, Sabtu malam (09/12/2021), di kediamannya, Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Angsanah, Palengaan, Pamekan, Jawa Timur.

Lebih lanjut, Kiai Taufik mengibau agar penyebar hoax meminta maaf kepada Habib Muhdor dan umat Islam atas keteledorannya menerima informasi dan menyebarkannya tanpa tabayun dulu dan telah membuat gaduh umat Islam.

“Kami juga memohon kepada para tokoh agama, agar ke depannya lebih berhati-hati lagi dalam memberikan statemen,” pungkasnya.


Reporter: Aboonk
Editor: Redaktur