NEWS

PCNU Samarinda Apresiasi “Gerakan 9 Jumat Pon” Nahdliyin Pamekasan

PAMEKASAN – Sebanyak 13.557 warga Nahdlatul Ulama (NU) atau yang biasa disebut Nahdliyin, Jumat siang (09/10/2020) menggeruduk Mapolres guna menagih Kapolres setempat terkait kasus ujaran kebencian kepada KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, yang dilakukan oleh akun Facebook Muhammad Izzul.

Meski jumlah massa berjumlah besar hingga memenuhi sepanjang Jalan Stadion, namun aksi tersebut berjalan aman dan lancar. Tidak hanya itu, usai melakukan giat tersebut, “Pasukan Semut” yang dikomandani oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) bergerak cepat menyusuri jalan dan memunguti sampah-sampaj yang berserakan.

Tak ayal, aksi ini menuai banyak pujian. Di antara pujian tersebut disampaikan oleh Ust. Ahmad Junaidi, Sekretaris PCNU Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan contoh aksi baik dan elegan dalam menyampaikan aspirasi dengan massa berjumlah besar.

“Aksi damai yang dilakukan warga NU Pamekasan Madura atas penghinaan salah satu pihak terhadap ulama sekaligus Ketua PCNU Pamekasan, merupakan contoh aksi baik serta elegan yang ditunjukkan dalam menyuarakan pendapat,” kata Ust. Junaidi dalam akun Facebook PCNU Samarinda, Sabtu (10/10/2020).

Alumnus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru, Kacok Palengaan, Pamekasan itu mengaku bangga atas kekompakan dan semangat ke-NU-an Nahdliyin Pamekasan.

“Saya bangga dan merinding melihat kekompakan NU di sana. Sekalipun saya lahir di Samarinda, tapi ke-NU-an saya lahir dari sana,” pungkas master bidang hukum tersebut.


Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu