NEWS

Perangi Radikalisme, GP Ansor Palengaan Akan Gelar DTD

PAMEKASAN — Semakin gencarnya gerakan kelompok radikal menyasar kalangan pemuda, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Palengaan akan menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) bulan Desember mendatang.

Kegiatan ini, menurut Sudarsono selaku Ketua PAC GP Ansor Palengaan, juga bertujuan memperkuat pemahaman calon anggota tentang ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah serta wawasan kebangsaan.

Hal itu disampaikan Sudarsono usai rapat persiapan DTD bersama pengurus PAC GP Ansor Palengaan, Sabtu (17/11/2019) malam, di Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kediaman Burawi, salah satu pengurus PAC GP Ansor Palengaan.

“Kita sudah sepakati, DTD akan dilaksanakan mulai tanggal enam sampai tanggal delapan Desember, di Pondok Pesantren Sumber Kuning, Larangan Badung. Setelah (rapat. Red.) ini kita akan berkoordinasi dengan PC GP Ansor Pamekasan berkenaan dengan instruktur,” papar Darso, sapaan akrabnya.

Pemuda kelahiran Sumenep, Jawa Timur ini berharap, kegiatan yang akan digelarnya dapat mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok radikal yang mengancam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini.

“Kalau semua pemuda memiliki pemahaman keagamaan yang komprehensif dan wawasan kebangsaan yang sama tentang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red.) ini, kami yakin ruang gerak radikalisme akan sempit. Nah, di DTD ini dua hal itu akan jadi fokus utama kita: pemahaman keagamaan dan wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Sudarsono menambahkan, pihaknya akan berkomunikasi dengan tokoh-tokoh yang ada di 12 desa di Kecamatan Palengaan agar turut serta mendorong para pemuda di desanya agar ikut mendaftarkan diri menjadi peserta DTD.

“Kami juga akan sowan kepada pengasuh-pengasuh pesantren agar mendelegasikan santrinya menjadi peserta DTD,” ucapnya.

DTD merupakan perpaduan dua kaderisasi di lingkungan GP Ansor, yakni Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) sebagai syarat menjadi anggota GP Ansor dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) sebagai syarat menjadi anggota Banser.

“Materi DTD ini 50 persen materi-materi keansoran, 50 persen materi-materi ke-Banser-an. Pasca mengikuti DTD, peserta bisa milih mau jadi Ansor apa jadi Banser. Ansor itu belum tentu Banser, tapi Banser sudah pasti Ansor. Tinggal dipilih saja,” pungkas Darso.


Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono