Tak Berkategori

PMII Harus Perjuangkan Aswaja Annahdliyah di Kampus

PAMEKASAN — Keinginan 20 Cabang PMII se-Jawa Timur terkait hubungan PMII dan NU yang ingin tetap independen dan interdependen, bukanlah persoalan serius. Hal ini disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim.

“Menurut saya PMII mau independen, interdependen atau jadi Badan Otonom sekalipun, tidak masalah,” ujar Ra Taufik, sapaan akrab Taufik Hasyim, Jumat (05/05/3017).

Yang lebih penting bagi alumni PMII Kediri, Jawa Timur ini, hubungan PMII dan NU adalah sinergitas dalam hal menyebarkan ideologi dan amalan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) di lingkungan perguruan tinggi.

“Yang perlu diperhatikan oleh sahabat-sahabat PMII adalah, tidak ada sesuatu yang lahir dari ruang hampa. Jadi keberpihakan terhadap ideologi Aswaja NU harus tegas,” jelas Ra Taufik.

Pengasuh PP. Sumber Anom Palengaan, Pamekasan ini menuturkan, fakta sejarah mengatakan, PMII menyatakan independen dari NU waktu itu karena kondisi politik, kebijakan negara dan situasi memang mengharuskan untuk independen demi menjaga netralitas PMII sebagai organisasi gerakan.

“Nah sekarang ketika situasi sudah tenang, kondusif dan memungkin untuk kembali lagi ke NU, kenapa tidak?” Tegasnya.

NU imbuhnya, sebagai induk yang melahirkan PMII tidak akan mengekang sahabat-sahabat PMII dalam berfikir, berdzikir dan beramal saleh. Akan tetapi NU akan menghargai keputusan kongres PMII.

“Ini hanya pemikiran saya. Hasil kongres seperti apa, saya pasrahkan ke PMII,” ungkap anggota Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Pamekasan ini.

Reporter : Ahnu Idris
Editor : Taufiqurrahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *