NEWS

Program Kartanu dan Pembangunan Pabrik AMDK “NUSAKU” PCNU Pamekasan Capai 80 Persen

PAMEKASAN — Selain fokus pada pembentukan rumah sakit dan Perguruan tinggi NU, PCNU Pamekasan juga terus menggalakkan program Kartu Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) dan pembentukan pabrik Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK).

KH. Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan mengatakan, dua progam besar PCNU Pamekasan itu akan terus digencarkan dan akan dirampungkan. Hal itu disampaikan langsung pada rapat bulanan di kediaman Wakil ketua PCNU Pamekasan, KH. Juhaidi, Desa Duko, Larangan, Pamekasan.

“Untuk Program Kartanu sendiri sudah berjalan sejak beberapa bulan yang lalu, bahkan untuk cepat rampung PCNU Pamekasan membentuk tim zona dari berbagai daerah. Insyaallah akan selesai sebelum Konfercab (Konferensi Cabang, Red.) berlangsung,” tutur Kiai Taufik, Senin (21/12/12) malam.

Sementara pembangunan pabrik air mineral, PCNU Pamekasan akan diluncurkan kepada publik bulan Maret mendatang.

“Untuk pabrik air mineral, gudangnya sudah berdiri di Pegantenan. Insyaallah Maret sudah di-launching. Tinggal nunggu laporan dari tim nanti,” pungkasnya.

KH. Jatim Makmun, Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Pamekasan mengatakan, perkembangan pembangunan pabrik air mineral PCNU Pamekasan terus digencarkan.

“Alhamdulillah sekarang mendirikan pabrik sendiri di Pegantenan, dan perkembangannya kurang lebih 80 persen sudah selesai,” tuturnya.

Kiai Jatim mengaku, pihaknya sudah melakukan studi banding ke Sidogiri dan Lamongan.

“Ternyata antara mesin dan gudangnya lebih mahal mesinnya,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Kiai Jatim menambahkan, demi perkembangan dan kemajuan pabrik air mineral, LPNU Pamekasan akan melakukan kooridinasi bersama LPNU se-Madura di Kantor PCNU Pamekasan.

“Sabtu ini kami akan melakukan koordinasi untuk membahas perkembangan terkait pendistribusian air mineral ini, karena minimalnya air ini diproyeksikan di lingkup Madura,” tegasnya.

Sementara KH. Fatah, Wakil Ketua LPNU Pamekasan memberikan alasan ditempatkannya pabrik di Desa Tlagah Pegantenan. “Sesuai dengan namanya, desa ini banyak sumber mata air,” ucapnya.

“Untuk dana yang telah digunakan mecapai kurang lebih 1 M yang didapat dari investor yang kebetulan orang NU yang sukses, dan kini sudah mencapai 80 persen. Sambung doanya semoga sesuai harapan,” harap Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pamekasan itu.

Sementara legalisasi pabrik, pihaknya mengaku sudah mengajukan surat kepada Kemenkumham Surabaya dengan nama “NUSAKU” dan akan permanen.

“Nama NUSAKU akan paten, karena nama ini sudah kami ajukan pada 16 Oktober lalu, bahkan untuk sertifikat tanah sudah kami ajukan melalui PTLS, NDK juga diterbitkan dan untuk NUSAKU ini singkatan dari NU Sejahterakan anggota baik kuantitas maupun kualitas,” tegasnya.

Pihaknya juga kaget ketika melakukan studi banding ke gedung pabrik air mineral di Sidogiri. Ternyata pabrik yang dibangun PCNU Pamekasan lebih besar dari Sidogiri.

“Di Sidogiri mesinnya mencapai 1,1 M, sementara mesin yang akan kita gunakan mendapat tawaran kisaran 1,1 M, 1,3 1,5 1,75 M, dan insyaallah kami sudah sepakat untuk menggunakan kualitas yang bagus ,” pungkasnya.


Reporter: Syarofi
Editor: Ahnu