PAMEKASAN — Ratusan warga nahdliyin memadati tanah lapang di depan Balai Desa Terrak, Tlanakan, Pamekasan, Jumat (15/11) malam. Mereka menghadiri pengajian umum Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Terrak bersama segenap Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) di bawah koordinasi PRNU Terrak.
Acara tersebut dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Pengajian umum ini merupakan hasil gotong royong PRNU Terrak dengan beberapa Banom NU Terrak, yaitu Muslimat, Fatayat, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) bersama seluruh masyarakat Desa Terrak.
Pengajian yang berlangsung hikmat tersebut mendatangkan Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan KH. Syaifuddin Syam sebagai penceramah.
Ustadz Muktadir selaku Ketua PRNU Terrak dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh Banom NU di bawah koordinasi PRNU Terrak, juga kepada seluruh elemen masyarakat Desa Terrak yang telah dengan kompak bergotong royong menggelar pengajian umum. Sehingga, berlangsung lancar dan khikmat.
Lebih lanjut ia menyampaikan, bantuan untuk acara pengajian umum tersebut datang dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan: bantuan juga datang dari warga desa tetangga yaitu Desa Mangar.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua Banom dan masyarakat yang telah sudi bersama-sama ikut menyukseskan acara pada kesempatan kali ini, sehingga acara ini dapat berjalan dengan sukses sebagaimana mestinya,” tuturnya.
Rasa syukur juga disampaikan oleh KH. Hamid Zubair, Ketua MWCNU Tlanakan, dalam sambutannya ia juga melaporkan kepada Ketua PCNU bahwa kegiatan PRNU Terrak akhir-akhir ini berjalan aktif dan massif. Termasuk kegiatan rutinan mingguan berupa lailatul ijtimak yang sebelumnya tidak aktif sekarang telah aktif.
“Alhamdulillah acara ini terselenggara berkat sinergi dari semua banom dan masyarakat. Bahkan, bukan hanya acara besar semacam ini, kegiatan rutinan juga aktif terselenggara, semoga desa-desa lain ikut terinspirasi untuk aktif,” ungkapnya.
KH. Taufik Hasyim sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara pengajian umum tersebut, lebih lanjut pihaknya mengenang sekilas perjuangan NU sebelum reformasi tentang sulitnya menggelar pengajian seperti ini.
“Di waktu orde baru, NU tidak bisa semudah ini menggelar pengajian. Sebab, dilarang oleh pemerintah orde baru. Tapi setelah orde baru runtuh, alhamdulillah NU semakin besar. Itu semua karena NU didirikan oleh orang-orang sholeh dan dekat dengan Allah SWT,” tuturnya.
Menurut informasi dari PRNU Terrak sebelumnya dana yang terkumpul untuk pengajian umum ini hanya Rp 800 ribu. Tapi berkat kekompakan serta gotong royong dari warga NU setempat dan bahkan dari warga desa tetangga, acara pengajian umum tersebut dapat terakomodasi dan berjalan sangat memuaskan.
Reporter: Ali Wafa
Redaktur: A6

