PAMEKASAN – Koprs PMII Putri (KOPRI) Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Syari’ah (FASYA) Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura mengadakan diskusi kepahlawanan, di Blue Start Cafe, Jl. Raya Panglegur, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (24/08/20).
Kegiatan tersebut dalam rangka refleksi tahun baru Hijriah 1442 bersama ketua rayon masing-masing dengan tema “Peran Muslimah dalam Sepak Terjang Sejarah Islam di Indosesia”.
Peserta kegiatan diminta menyiapkan pandangannya terhadap empat tokoh nasional, yakni: Malahayati, Nyai Ahmad Dahlan, Rohana Kudus, Rasuna Said disertai dengan referensi buku atau artikel yang harus diberikan kepada pelaksana kegiatan empat hari sebelumnya.
Khoyyinah, Ketua Rayon PMII Fasya menegaskan, pelaksanaan diskusi dilakukan selama dua jam dan peserta tidak boleh memegang gadgetnya masing-masing.
“Karena perempuan mempunyai kebiasaan tidak bisa lepas dari gadget, maka dari itu kami selaku pelaksana memperlakukan peraturan hal baru dengan refleksi dua jam tanpa gadget,” terang Khoyyinah.
Ia memperlakukan aturan tersebut guna memaksimalkan waktu yang singkat dan peserta bisa fokus berdiskusi serta tujuan kegiatan bisa tercapai.
“Konsentrasi yang tinggi menjadi salah satu syarat memperoleh informasi yang baik. Dengan begitu, semua peserta bisa menyerap semua materi dan menambah wawasannya, sehingga berpeluang besar menjadi kader PMII yang cerdas, tegas, dan pantang menyerah,” tuturnya.
Hermanto, Pengurus Rayon PMII Fasya merasa tertarik dengan tema yang disajikan pengurus Kopri rayon Fasya, sehingga menyempatkan hadir guna terlibat langsung dalam diskusi penting tersebut.
“Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan untuk ikut nimbrung mendiskusikan terkait tema kali ini. Selain menarik, saya memperoleh banyak pengetahui baru yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, beberapa kader putra juga ikut andil menyukseskan acara meski dengan jumlah yang tidak dominan.
Reporter: Anisia
Editor: Syafi’i

