PAMEKASAN – Pengurus Ranting Nahdhatul Ulama (PRNU) Karang Penang Oloh berkomitmen akan terus merawat tradisi NU, salah satunya melalui tahlilan dengan cara kakziah ke setiap rumah warga desa setempat yang sedang tertimpa musibah kematian.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah Ranting NU Karang Penang Oloh H. Sulton saat takziah kerumah salah satu warga desa setempat, almarhum Surif.
H. Sulton mengatakan, banyak akhir-akhir ini kelompok yang mengatakan tahlilan merupakan amalan bidah. Tidak hanya itu, menurutnya, kelompok ini juga mengancam masyarakat jika menggelar tahlilan akan masuk neraka.
“Maka dari ini, kami selaku warga NU tidak terima dengan pernyataan tersebut, dan salah satu cara kami mempertahankan akidah Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdiyah serta merawat tradisi tahlil ini. Kami bersama sahabat-sahabat pengurus ranting mempunyai inisiatif untuk menggelar takziah ke setiap warga yang sedang mengalami musibah kematian di desa ini,” ungkapnya, Sabtu malam (07/11/2020).
Selain itu, Sulton meminta seluruh warga jika ada warga Desa Karang Penang Oloh yang meninggal, agar segera menghubungi pengurus NU sebagai upaya rutinitas takziah tersebut terus berjalan.
“Jika kami tidak tahu bahwa di desa ini ada warga yang meninggal, tolong kasih tahu kami supaya kami dan sahabat-sahabat bisa takziah seperti yang kami lakukan malam ini,” pungkasnya.
Reporter: Azhari
Editor: Aboonk

