PAMEKASAN – Banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat guna mendoakan para leluhur yang lebih dahulu menghadap rahmatullah. Di antaranya melalui tradisi sarwah, sebagaimana rutinitas Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Dusun Beltok, Desa Larangan Badung, Palengaan, Pamekasan, yang dilaksanakan setiap Sabtu malam.
Secara substansial, sarwah hampir sama dengan tradisi tahlilan. Bedanya jika tahlilan memiliki wiridan “pakem” yang harus dibaca pada setiap pelaksanaan, sarwah tidak memiliki wiridan “pakem”.
Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Senin malam (20/03/2023), PAR Muslimat NU Dusun Beltok melaksanakan rutinitas sarwah, di kediaman H. Muhlas, dusun setempat.
Selain wiridan yang biasa dibaca setiap pelaksanaan sarwah, pada kegiatan ini juga terdapat program “Tawasul Fatihah untuk Bangaseppo Para Anggota”, yakni rutinitas mengirimkan bacaan al-Fatihah untuk bangaseppo atau leluhur para anggota.
“Setiap satu nama (leluhur, Red), anggota diwajibkan untuk menginfakkan uang sebesar Rp1.000,” ucap Maghfiroh, Bendahara PAR Muslimat NU Beltok.
Uang tersebut, lanjut Maghfiroh, akan menjadi kas organisasi sekaligus sebagai salah satu sumber dana pelaksanaan pengajian rutin yang dilaksanakan setiap bulan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Palengaan.
“Jadi dimohon keikhlasannya kepada setiap anggota. Dan lagi, uang yang dikeluarkan tidak sebanding dengan satu surat al-Fatihah yang ditawasulkan kepada semua bengaseppo panjhennengan sadheje (Bahasa Madura: leluhur Anda semua, Red) ,” lanjutnya.
Kontributor: Dina (MNU.VI.03-003)
Editor: Redaktur

