PAMEKASAN – Mendekati masa balik santri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan meminta Pengasuh Pondok Pesantren, khususnya di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) bersabar.
Pernyataan tersebut diungkapkan K. Abdul Bari, Katib Syuriah PCNU Pamekasan, Jumat malam (29/05/2020), di Kantor PCNU Pamekasan, Jl. R. Abd. Aziz No. 95 Jungcangcang, guna menjawab pertanyaan yang masuk ke PCNU Pamekasan, melalui RMI NU, lembaga yang menangani kepesantrenan.
Kiai Abdul Bari menjelaskan, pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam setempat membahas masa balik santri ke pesantren di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Lebih jelas, Mantan Ketua PC IPNU Pamekasan itu memaparkan, rapat pertama dilaksanakan tanggal 29 April 2020 di kantor Hidayatullah Pamekasan, menghasilkan kesepakatan audiensi dengan Pemkab, yang kemudian terlaksana tanggal 12 Mei 2020 di Ruang Wahana Wicaksana Praja Pamekasan, diikuti perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan.
“Saat itu (audiensi,red), kita bahas tentang prosedur kembalian santri ke pesantren, namun hingga saat ini belum ada jawaban yang jelas dari Pemkab tentang hasil kesepakatan pertemuan tersebut. Maka dari itu, kami mohon kepada pemerintah, agar masalah kembalian santri ini sangat diperhatikan dan jangan buat kami menunggu lama,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, PCNU Pamekasan juga menerima pertanyaan dari PC Muslimat NU dan Fatayat NU atas permintaan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di setiap kecamatan, berkenaan dengan acara pengajian Ikatan Hajjah Muslimat Nahdlatul Ulama (IHM NU) dan beberapa agenda yang sudah terjadwal sejak lama.
“Untuk hal ini, PCNU Pamekasan belum bisa memberikan jawaban, sebab dari pemerintah juga belum ada jawab yang pasti, karena kami juga memahami situasi saat ini, bahwa Covid-19 masih ada di tengah-tengah kita, bahkan Jawa Timur menempati angka sangat tinggi,” tegas Kiai Abdul Bari.
Lebih lanjut, Kiai yang dikenal humoris itu menyebutkan, selain menunggu jawaban dari pemkab, jajaran Tanfidziyah PCNU Pamekasan sudah melakukan koordinasi dengan jajaran Syuriah dan konsultasi ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
“Berdasarkan jawaban dari Profesor Muzakki, Sekretaris PWNU Jawa Timur, Insyaallah hari ahad besok, PWNU akan mengadakan rapat. Makanya, kami minta kepada Muslimat, Fatayat dan Pengasuh Pesantren di bawah naungan RMI NU untuk bersabar, sambil menunggu dari PWNU dengan tetap ikuti aturan dan keputusan resmi pemerintah,” pintanya.
Reporter: Aboonk
Editor: Ahnu

