NEWS

Sowan Kiai Imam Sajjad, IPNU Batumarmar Diingatkan Pentingnya Sanad

PAMEKASAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Batumarmar sowan ke K. Imam Sajjad, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, di kediamannya, Somur Delem, Tamberu, Batumarmar, Selasa malam (08/08/2023).

Dalam pertemuan itu, Kiai Imam Sajjad menyampaikan pentingnya sanad keilmuan, khususnya ilmu agama. Menurut Kiai Imam, percuma pintar, namun tidak memiliki sanad.

“Sanad keilmuan itu penting. Banyak orang pintar, tapi tidak punya sanad. Bicaranya pasti ngawur, karena tidak punya pegangan”, Ucap Kiai Imam.

Kiai Imam mengaku, bisa bedakan orang pintar dengan santri, dari segi akhlak maupun tutur kata. Fakta itu bisa diterima karena dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya bisa membedakan orang pintar tapi tidak mondok, dengan orang pintar yang pernah nyantri. Dari segi akhlak maupun tutur katanya. Orang pintar tidak mondok, bicaranya pasti ngawur karena tidak punya sanad. Namun orang pintar nyantri akhlak dengan tutur katanya pasti bagus, karena mereka punya sanad”, jelas Kiai Imam.

Jika dibandingkan dengan orang-orang terdahulu, lanjut Kiai Imam, mereka tidak pernah bertanya kitab rujukannya atau perawi hadisnya.

“Dulu hanya di peringatkan: ‘Ella, cong, ta’ olle enga’ reah. Arapah, ma’? Ajiah dhabunuah keaeh, cong.’ Ada lagi: ‘Ma’ ama’mum enga’ jiah ba’en, ja’ keaeh enga’ reah?’,” ucap Kiai Imam menirukan perkataan orang-orang terdahulu.

Makanya, lanjut Kiai Imam, seorang kiai gerak-geriknya menjadi dalil bagi orang-orang terdahulu, karena kejelasan sanad yang dimilikinya.


Reporter: Yana
Editor: Ahnu