PAMEKASAN — Keterlibatan perempuan yang semakin besar pada sektor publik merupakan salah satu indikasi kemajuan. Hal itu disampaikan Mohammad Subhan, Direktur NU Online Pamekasan, saat menjadi pembicara Talk Show Keperempuanan pada acara pembukaan Sekolah Kader KOPRI (SKK) IV, Ahad (27/10/2019) di Gedung PKP RI, Jl. Kemuning, Pamekasan, Jawa Timur.
Subhan menjelaskan, kemajuan teknologi memberikan pengaruh besar terhadap peranan perempuan pada sektor publik. Menurutnya, bagi perempuan yang berstatus single, situasi ini memberi ruang yang selebar-lebarnya mengaktualisasikan diri, meraih cita dan mengukir prestasi.
“Namun, bagi perempuan yang berstatus ibu rumah tangga, kencenderungan untuk eksis di sektor publik menjadi semacam dilema, terkait dengan posisi mereka sebagai istri dan ibu dalam rumah tangga. Posisi ini mengharuskan mereka untuk berperan di sektor domestik,” paparnya.
Lebih lanjut Subhan memaparkan, talk show bertema “The Existence of KOPRI in Mobilization of Knowledge for The Community” itu memerlukan dukungan semua elemen, guna mendorong kemajuan perempuan.
“Dukungan institusi terhadap perempuan perlu dimaksimalkan. Maksud dukungan institusi di sini adalah institusi keluarga, masyarakat, perusahaan, dan pemerintahan,” jelasnya.
Diakhir sesi, Dosen Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan itu mendorong KOPRI terlibat aktif memberikan solusi pada setiap persoalan dan kendala yang bisa menghambat kemajuan perempuan.
“KOPRI harus benar-benar menjadi bagian dari sektor inti dalam menjawab semua tantangan yang dihadapi perempuan. KOPRI harus fokus melakukan pemetaan potensi kader dengan berbagai macam kemampuan,” tegas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut.
Melalui SKK IV ini Subhan berharap, KOPRI menjadi inisiator pembuatan draft pemberdayaan perempuan, sehingga posisi perempuan lebih diperhatikan pemerintah.
Reporter: Matus (NUO.19-008)
Editor: Abror

