PAMEKASAN – Secara tegas, penceramah kondang asal Bangkalan, KH. Kholil Yasin, meminta warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Kadur menjaga ketat pemahaman dan amaliah masyarakat agar tetap berhaluan Ahlussunnah Wal jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah.
Menurutnya, seiring perkembangan zaman semakin besar tantangan bagi warga NU mempertahankan Aswaja.
Hal itu disampaikan Kiai Kholil pada kegiatan pengajian umum yang digelar oleh Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Kadur, Sabtu (23/07/2022), di Dusun Klompek, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan.
“Saya nitip NU di Kadur, khususnya kepada Muslimat NU, jangan sampai diserang oleh kelompok yang selalu membidahkan, orang yang dikit-dikit mencap masuk neraka, agar tidak memiliki sama nasib seperti Kota Bangkalan,” tuturnya.
Ia melanjutkan, saat ini Bangkalan sedang diserang oleh kelompok-kelompok yang anti tahlilan, ziarah kubur dan amaliah NU lainnya.
Baca: Kompak. Muslimat NU Kadur Sukses Gelar Pengajian Umum Bersama KH. Kholil Yasin
“Di Kota Bangkalan itu hampir separuh yang sudah tidak mau tahlilan, mencap bidah kepada orang yang ziarah kubur. Makanya, saya nitip jangan sampai desa ini diserang oleh kelompok di luar Aswaja,” jelasnya.
Menurutnya, Muslimat NU menjadi salah satu kunci kokohnya NU. Menurut kiai yang dikenal humoris itu, Muslimat NU masih mau mengaji dan mengamalkan amaliah NU, paham Aswaja tetap kuat.
“Selagi ibu-ibu Muslimat NU masih mau hadir ke pengajian, ziarah kubur, dan melakukan amaliah lainnya, maka haqqul yaqin Aswaja akan tetap kuat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Kiai Kholil yasin juga memberikan ijazah kepada peserta pengajian agar dilancarkan rezekinya.
“Ijazah lancar rezeki dari Habib Segaf bin Mahdi bin Abu Bakar bin Salim: ‘allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali Sayyidina Muhammadin’, dibaca setelah salat isya 400 kali,” terangnya.
Reporter: Syarofi
Editor: Redaktur

