PAMEKASAN — Sekilas tidak ada hal istimewa pada pelaksanaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Proppo. Tapi, ada dua peserta yang menjadi pusat perhatian para pengurus dan panitia pelaksana. Keduanya ialah Moh. Elman dan Taufiqurrahman.
Moh. Elman merupakan salah satu dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Pamekasan. Laki-laki yang akrab disapa Elman Dhuro ini mengaku terpanggil mengikuti kegiatan tersebut, lantaran ingin mengabdi kepada para ulama melalui GP Ansor dan Banser yang didirikan oleh para kiai Nahdlatul Ulama.
“Jadi, motivasi mengikuti kegiatan ini tidak ada dorongan dari siapapun, memang muncul dari hati. Jadi, ini sebuah kebanggan bagi saya bisa mengikuti kegiatan ini,” tutur mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan ini, Ahad (19/01/2020).

Selain Elman Dhuro, peserta lainnya yang menjadi pusat perhatian ialah Taufiqurrahman, dosen yang sedang menempuh program doktoral di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.
Taufiq mengatakan, alasan dirinya mengikuti DTD tidak hanya ingin menjadi anggota GP. Ansor dan Banser. Lebih dari itu, melalui organisasi tersebut, ia memiliki keinginan besar bisa berkhidmat dan menjadi pelayan ulama.
“Hanya ingin menjadi khadim al-‘ulama’ (pelayan ulama. Red.),” ucap dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan itu singkat.
Meski selama pelaksanaan DTD mereka berada di bawah tekanan instruktur serta menguras banyak tenaga dan pikiran, tapi kedua dosen tersebut tampak tetap semangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Reporter: Ahnu
Editor: Wiyono

